ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Impor Pangan RI Diperkirakan Capai Rp 71 Triliun (3)

Rabu, 27 Mei 2015 | 07:42 WIB
TD
FB
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: FMB
Aktivitas bongkar muat gula impor di pelabuhan
Aktivitas bongkar muat gula impor di pelabuhan (Antara)

Kedelai
Selain gandum, Indonesia juga memiliki ketergantungan tinggi terhadap kedelai impor. Benny Kusbini mengatakan, ketergantungan Indonesia akan impor kedelai tidak akan bisa dipangkas dalam waktu dekat.

Sebab, lahan pertanian yang bisa dialokasikan untuk komoditas tersebut terus menyusut. "Kenaikan impor kedelai tahun ini sekitar 10 persen dari tahun lalu, sekitar 6 juta ton. Ini kenaikan yang wajar. Impor itu tidak hanya biji kedelai, tapi produk lainnya, termasuk bungkil. Ini artinya untuk konsumsi manusia dan untuk ternak," ungkap dia.

Menurut dia, apa pun program yang dicanangkan pemerintah untuk mendongkrak produksi kedelai, misalnya dengan menambah lahan, tidak akan mendongkrak produksi. Petani saat ini cenderung tidak tertarik lagi untuk menanam kedelai karena masalahnya yang kompleks.

"Petani sudah tidak tertarik lagi menanam kedelai. Masalahnya sangat kompleks, mulai dari harga rendah, terbatasnya lahan tanam, manajemen transportasi sulit, dan kalau ada hama rusak semua. Dalam 1 hektare (ha) lahan, juga cuma bisa panen 2 ton kedelai, sangat kecil," ungkap Benny.

ADVERTISEMENT

Sedangkan Ketua Umum GPMT Sudirman mengatakan, impor jagung tahun ini tidak akan terlalu jauh berbeda dari tahun lalu, sekitar 3,2 juta ton. Mayoritas impor digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

"Kebutuhan impor untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, yang totalnya mencapai 8,6 juta ton. Saat ini, produksi jagung nasional terkendala jumlah lahan yang terbatas. Produktivitas menurut BPS hanya 5 ton per ha, padahal potensinya 6-7 ton per ha. Selain itu, penanganan pascapanen kurang baik," ungkap Sudirman.

Sedangkan Adhi S Lukman menuturkan, impor gula mentah tahun ini kemungkinan akan lebih dari realisasi tahun lalu yang mencapai 2,8-2,9 juta ton. Pasalnya, industri makanan dan minuman terus tumbuh.

"Pemerintah sudah mengeluarkan kuota impor raw sugar 1,6 juta ton untuk Januari-September tahun ini. Tapi, melihat perkembangan industri makanan dan minuman, impor itu perlu tambahan. Kami akan cek ke anggota berapa tambahan pastinya, nanti baru diajukan ke Kemenperin dan Kemendag. Pastinya, kebutuhan lebih dari tahun lalu," kata Adhi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Letjen Purn Ahmad Rizal Ramdhani, Intelejen dan Teritorial Pangan

Letjen Purn Ahmad Rizal Ramdhani, Intelejen dan Teritorial Pangan

OPINI
Legislator Dorong Gudang Bulog Lebih Dekat dengan Petani

Legislator Dorong Gudang Bulog Lebih Dekat dengan Petani

EKONOMI
Mengintip Wacana Tunjangan Beras Bulog bagi PNS

Mengintip Wacana Tunjangan Beras Bulog bagi PNS

NASIONAL
Indonesia Siap Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia Senilai Rp 2 T

Indonesia Siap Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia Senilai Rp 2 T

EKONOMI
Penyaluran Bantuan Pangan di Semarang

Penyaluran Bantuan Pangan di Semarang

MULTIMEDIA
Bulog Pastikan Kualitas 5,2 Juta Ton Stok Beras Tetap Terjaga

Bulog Pastikan Kualitas 5,2 Juta Ton Stok Beras Tetap Terjaga

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon