ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tak Singgung Kebijakan Moneter dalam Pidato, Powell Isyaratkan Dovish?

Kamis, 9 November 2023 | 07:11 WIB
WP
WP
Penulis: Winda Destiana Putri | Editor: WDP
Jerome Powell
Jerome Powell (AFP)

Jakarta, Beritasatu.com - Pidato yang sangat dinanti-nantikan dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu malam (8/11/2023) tidak memberikan kejutan apa pun kepada para pelaku pasar. Powell menghindari pembicaraan tentang kebijakan moneter Amerika Serikat dalam konferensi peringatan 100 tahun Divisi Riset dan Statistik The Fed.

Dalam pidatonya, Powell secara garis besar menekankan pentingnya riset mendalam oleh bank sentral dalam mengukur model kebijakan ekonomi baru. Dia juga menyoroti pentingnya kegigihan dan ketekunan dalam bekerja untuk bertahan dalam situasi ketidakpastian global.

"Ekonomi kita (AS) bersifat fleksibel dan dinamis, dan sewaktu-waktu dapat mengalami guncangan yang tidak dapat diprediksi, seperti krisis keuangan global hingga pandemi. Pada saat itulah kita harus berpikir di luar hal yang umum," kata Powell dalam pidatonya mengutip Reuters.

ADVERTISEMENT

Pernyataan Powell dinilai cukup "dovish" atau memberi sikap melunak, cenderung pro pasar dan dibuktikan dengan penguatan dolar serta pergerakan positif di pasar saham. Indeks dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang kompetitornya, begitu juga tiga indeks utama Wall Street yang berada di zona hijau.

Sikap "dovish" The Fed dari waktu ke waktu dapat membebani nilai dolar AS, dan ini telah terjadi sejak bank sentral mempertahankan suku bunganya dalam beberapa pertemuan terakhir.

Meskipun The Fed sedikit menyinggung aktivitas industri AS yang masih cukup kuat semalam, mereka memberikan sinyal ketangguhan sektor manufaktur menghadapi era suku bunga saat ini.

Namun, yang menjadi perhatian utama The Fed adalah komentar pejabat teras mereka beberapa waktu lalu tentang potensi pelonggaran kebijakan moneter. Meskipun suku bunga Fed saat ini berada pada kisaran 5,25 hingga 5,50%, belum ada tanda-tanda bahwa akan ada penurunan suku bunga.

Salah satunya adalah Neel Kashkari, pejabat Fed wilayah Minneapolis, yang sebelumnya memberikan indikasi tentang kebijakan bank sentral. Neel mengatakan bahwa lebih baik melakukan pengetatan secara berlebihan daripada tidak melakukan upaya yang cukup untuk meredam inflasi.

Para investor harus menunggu satu minggu lagi untuk mengetahui seberapa besar dampak inflasi akan memengaruhi perekonomian Amerika. Indeks Harga Konsumen (CPI) periode Oktober akan dirilis pada Selasa depan, data yang penting bagi The Fed dan pasar.

Momen inilah yang akan membuat pejabat bank sentral harus mengambil keputusan sulit dalam beberapa bulan mendatang, terutama dalam menghadapi potensi dampak ekonomi dari pengetatan kebijakan.

Menurut Indikator FedWatch, ada peluang sebesar 52% bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin mulai bulan Mei 2024. Secara umum, level suku bunga The Fed saat ini diperkirakan akan bertahan hingga paruh pertama tahun depan.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell akan memberikan pidatonya kembali pada Jumat, sementara beberapa pejabat Fed juga akan memberikan komentarnya kepada publik sebelumnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

EKONOMI
Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

EKONOMI
The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

EKONOMI
Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

EKONOMI
Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon