ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Berakhir Reborn, Data Ekonomi AS Mendorong Optimisme Investor

Jumat, 22 Desember 2023 | 06:35 WIB
WP
WP
Penulis: Winda Destiana Putri | Editor: WDP
Ilustrasi bursa saham.
Ilustrasi bursa saham. (AFP/Spencer Platt)

Jakarta, Beritasatu.com - Wall Street mengalami rebound yang signifikan, memulihkan sebagian besar kerugian dari sesi perdagangan sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memicu optimisme bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan kebijakan moneter dan menghidupkan kembali selera risiko investor.

Menurut laporan dari Reuters, ketiga indeks utama AS mencatat kenaikan karena saham chip melonjak, dengan Micron Technology memimpin dengan kenaikan 8,6% setelah perkiraan kuartalan yang melebihi ekspektasi. Kinerja ini menempatkan Nasdaq, yang padat teknologi, sebagai indeks yang paling menguat.

Dow Jones Industrial Average naik 322,35 poin (0,87%) menjadi 37.404,35. S&P 500 melonjak 48,4 poin (1,03%) menjadi 4.746,75. Nasdaq Composite meningkat 185,92 poin (1,26%) pada 14.963,87.

ADVERTISEMENT

Data pada Kamis (21/12/2023) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga tidak sekuat yang dinyatakan sebelumnya. Terdapat retakan di pasar tenaga kerja yang ketat, yang oleh The Fed dianggap sebagai hambatan untuk menurunkan inflasi.

Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, menyatakan, "Fakta bahwa angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga tidak direvisi naik, dan bahkan dipangkas, memberikan kenyamanan bagi investor bahwa jalur kebijakan The Fed, yang mereka umumkan minggu lalu, tidak akan berubah dalam waktu dekat."

Pada Rabu sore, saham-saham AS mengalami penurunan tajam, menghentikan reli multi-sesi, yang disebabkan oleh aksi jual yang mungkin dipercepat oleh aktivitas lindung nilai terkait perdagangan opsi jangka pendek.

Greg Bassuk, Kepala Eksekutif AXS Investments di New York, mengomentari, "Narasi investor kemarin adalah mengenai aksi ambil untung setelah reli liburan yang sangat panjang dan konsisten. Investor akan berhati-hati untuk membeli pada saat penurunan ini," sambil menambahkan bahwa saham-saham diperkirakan akan mengakhiri tahun ini dengan kuat.

Pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sebesar 71,3% bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga acuan Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Maret, menurut FedWatch CME Tool.

Para pelaku pasar saat ini tengah menantikan laporan pengeluaran konsumsi pribadi departemen perdagangan yang akan dirilis pada hari ini Jumat (22/12/2023). Laporan ini diharapkan mencakup pertumbuhan pendapatan, belanja konsumen, dan indikator inflasi yang menjadi fokus perhatian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon