Kualitas UKM Jadi Penentu Kesuksesan "E-Commerce"
Selasa, 2 Juni 2015 | 23:31 WIB
Jakarta - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berkualitas bagus menjadi penentu kesuksesan industri e-commerce di Indonesia. Dengan kata lain industri e-commerce Indonesia tidak akan bisa sukses dan berkembang jika tidak didukung oleh UKM yang berkualitas. Sehingga para pelaku e-commerce di Indonesia mempunyai kewajiban moral untuk membina dan meningkatkan kualitas para UKM tersebut.
Demikian disampaikan Achmad Zaky, CEO dan Co-Founder Bukalapak.com dalam acara "UKM Indonesia–Scale Up!",yang diselenggarakan oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan didukung oleh para pelaku usaha e-commerce Indonesia di Jakarta, pada Sabtu (30/5), sebagaimana dalam siaran pers yang diterima SP, Selasa (2/6) malam.
"Beberapa ciri UKM berkualitas yang saya temui dalam bisnis online dari para pelapak Bukalapak selama ini antara lain adalah trustworthy (terpercaya), reliable (dapat diandalkan), mempunyai layanan yang bagus, punya daya kompetitif dan memberikan respons yang cepat kepada konsumen," kata Zaky.
Pengalamannya saat berkunjung ke kantor Alibaba (e-commerce terbesar di dunia ) di Tiongkok, minggu lalu, semakin membuka lebar wawasannya bahwa industri e-commerce di sana sungguh luar biasa karena setiap orang sudah berbelanja online dan sudah terjadi pergeseran perilaku belanja dari offline menuju ke online.
Zaky juga mengamati bahwa para pelaku UKM yang bergabung di Alibaba juga luar biasa, jauh lebih profesional jika dibandingkan dengan para pelaku UKM di Indonesia. Jika ada pertanyaan dari konsumen, mereka akan memberikan respons yang sangat cepat, selain itu juga didukung pengiriman yang cepat, barang dipesan hari ini maka akan dikirim hari ini juga.
"Mereka juga mempunyai standar pelayanan yang tinggi, jika ada kesalahan barang yang dikirim langsung diganti bahkan diberikan bonus-bonus tambahan atau kejutan sehingga konsumen puas dan akan berbelanja online lagi," jelas Zaky.
Menurut Zaky, berjualan online mempunyai nilai-nilai yang berbeda jika dibandingkan dengan berjualan offline. Penjual offline biasanya cenderung tidak akan mau untuk pindah ke online karena ada tuntutan tersendiri dalam dunia bisnis online. Karena berjualan online harus real time, setiap hari bahkan setiap saat harus siap dari manapun juga jika ada konsumen yang membutuhkan barang. Kondisi inilah yang sebenarnya disukai konsumen dan menjadi keunggulan berjualan online.
"Tantangan yang ada di Indonesia saat ini adalah UKM mau berjualan secara online dan menerima bahwa dunia sudah berubah di mana akses untuk mendapatkan barang jauh lebih mudah. Selain itu UKM menerima bahwa bisnis online itu sangat kompetitif dan mereka harus siap untuk itu," tegas Zaky.
Sedangkan tantangan UKM ke depan adalah bagaimana supaya mereka bisa menjadi berkualitas, dengan memanfaatkan internet, mempunyai layanan bagus, lebih reliable dan bisa jauh lebih profesional dibandingkan sekarang.
Menurut Zaky, jika tantangan-tantangan tersebut dijalani dengan baik oleh para UKM maka Indonesia lima tahun lagi bisa menyamai posisi Tiongkok. Karena karakter orangnya yang mirip dan mempunyai daya beli yang mirip sehingga tinggal menunggu waktu saja Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari Tiongkok.
Zaky juga berpesan bagi mereka yang saat ini masih menjadi karyawan atau bekerja di korporasi besar dan belum terjun di dunia bisnis online, ada satu hal yang bisa dilakukan untuk turut membesarkan dunia e-commerce Indonesia, yaitu berbelanja di UKM marketplace seperti Bukalapak.
"Berbelanja di UKM marketplace akan memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi para pelaku usaha e-commerce, terutama bagi mereka para UKM yang berjualan di marketplace, karena marketplace mempunyai konsep untuk lebih memberdayakan UKM," pungkas Zaky.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




