Pengusaha dan Investor Was-was Menanti Pilpres Satu atau Dua Putaran
Minggu, 21 Januari 2024 | 15:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Para pelaku usaha dan calon investor masih was-was mengambil keputusan di tengah penantian kepastian hukum dan kelanjutan arah kebijakan dari pemimpin pemerintahan baru, yang akan ditentukan pada Pilpres 14 Februari 2024 mendatang.
"Kecenderungan pelaku usaha dan calon investor terutama di sektor riil akan jauh lebih berhati-hati dan lebih wait and see, dalam memutuskan untuk melakukan ekspansi usaha menjadi lebih tinggi di tahun ini karena faktor Pemilu," ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, saat dihubungi B-Universe, Minggu (21/1/2024).
Hasil Pilpres bulan depan akan menentukan arah bisnis para pelaku usaha dan investor ke depannya. Shinta berujar, satu atau dua putaran pesta demokrasi itu digelar pasti akan memiliki dampak tersendiri bagi keberlangsungan arah bisnis. Namun, dia menilai, itu bukan menjadi persoalan utama.
"Kami lihat yang menjadi masalah sebenarnya bukan pemilu-nya berapa putaran, tapi tentang kualitas proses pemilunya itu sendiri," ujar Shinta.
Menurut Shinta, hal terpenting bagi pelaku usaha adalah bagaimana proses pemilu dan kondisi politik di Indonesia bisa kembali menjamin kepercayaan dan kepastian bagi iklim usaha dan investasi di tanah air.
"Aspek terpenting yang dilihat pelaku usaha adalah apakah proses politiknya smooth, memiliki output legitimasi yang baik dan memiliki coherence atau keberlanjutan dengan kebijakan yang ada saat ini atau justru kacau," tutur Shinta.
"Kacau dalam berbagai artian, misalnya, ada kerusuhan, kecurangan pemungutan suara atau ada upaya delegitimasi hasil pemilu sehingga proses pemilu dianggap tidak sah, dan lain-lain," terangnya.
Di samping proses berjalannya Pemilu, Shinta mengatakan para pelaku usaha juga sangat menantikan langkah pemimpin terpilih dalam menyusun kabinet dan prioritas agenda kerja.
Menurutnya, dua hal itu akan menjadi penentu kepastian, keyakinan dan kepercayaan diri para pelaku pasar di Indonesia pada 2024.
"Kita lihat saja nanti suara masyarakat akan seperti apa. Kami berharap berapa pun putarannya, pemerintah incumbent tetap fokus dalam menjalankan fungsi tugasnya, khususnya dalam meningkatkan konsistensi implementasi lapangan terhadap kebijakan-kebijakan reformasi struktural yang ada hingga saat ini," ucap Shinta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




