Bapanas Targetkan Harga Beras Stabil pada Maret 2024
Senin, 12 Februari 2024 | 16:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menargetkan harga beras akan stabil memasuki Maret 2024 setelah produksi diperkirakan mencapai 3,5 juta ton.
"Khusus untuk beras, kita berharap Maret 2024 ini produksi kita sesuai data BPS di atas 3,5 juta ton. Artinya pada Maret kita harapkan harga beras bisa lebih turun sedikit," kata Arief seusai rapat perberasan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2/2024).
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sebelumnya, menyebut peritel terpaksa menjual beras dengan harga tinggi. Tak hanya beras, komoditas pokok lain, seperti gula dan minyak goreng dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan, para para produsen telah menaikkan harga beli sebesar 20%-35% di atas HET sejak sepekan terakhir. Hal ini memicu peritel juga harus menaikkan harga jual.
Peritel saat ini mulai kesulitan mendapatkan suplai beras untuk tipe premium lokal kemasan 5 kilogram. Keterbatasan ini disebabkan karena masa panen diperkirakan baru terjadi pada pertengahan Maret 2024. Selain itu, belum masuknya beras sabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tipe medium yang diimpor pemerintah juga menjadi penyebab kelangkaan dan tingginya harga beras.
Menyikapi keluhan tersebut, Arief mengaku tengah berupaya menekan harga beras dengan berkoordinasi dengan peritel beras. "Kalo HET (harga eceran tertinggi) diturunkan itu nanti tidak bisa. Jadi izinkan kami berkoordinasi dengan seluruh retail yang ada. Pagi ini saya bersama teman-teman dengan Bulog, peritel-peritel untuk bahas ini semua, untuk mengisi pasar retail," pungkas Arief.
Diketahui, harga sejumlah bahan pangan pokok terpantau kembali meroket Senin (12/2/2024). Harga beras medium sudah mendekati Rp 14.000 per kg dan beras premium nyaris Rp 16.000 per kg. Sepekan lalu pada Senin (5/2/2024), harga beras premium masih di Rp 15.500 per kg dan beras medium di Rp 13.620 per kg.
Harga tersebut sudah jauh melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah berkisar Rp 10.900-Rp 11.800 per kg medium dan Rp 13.900- Rp 14.800 per kg premium, tergantung zona masing-masing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




