Wall Street Bervariasi, S&P 500 dan Dow Jones Catat Rekor Baru
Sabtu, 24 Februari 2024 | 11:09 WIB
New York, Beritasatu.com - Indeks bursa perdagangan Amerika Serikat (AS) S&P 500 mencapai rekor terbaru karena investor menutup perdagangan sepekan kemarin dengan kinerja tinggi. Pada perdagangan Jumat (23/2/2024) Wall Street ditutup bervariasi.
Melansir CNBC International Sabtu (24/2/2024), S&P 500 naik tipis 0,03% menjadi ditutup pada 5.088 dan menembus di atas 5.100 untuk pertama kalinya.
Sementara, Dow Jones Industrial Average menguat 62,42 poin atau 0,16% dan juga mencapai rekor baru dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di level 39.131.
Sementara Nasdaq Composite kehilangan 0,28% dan ditutup pada level 15,996.82, tetapi Nasdaq telah mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu di awal sesi perdagangan.
Wall Street sepekan kemarin mencatatkan minggu kemenangan setelah S&P 500 naik 1,66%, Dow Jones naik 1,3%, dan Nasdaq naik 1,4%.
Ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management Charlie Ripley mempertanyakan apakah investor akan mampu menggoyahkan momentum baik tersebut.
"Kita sudah berlari sejauh ini dan begitu cepat, tidak masuk akal untuk mengejar momentum itu," ucapnya.
Ia menambahkan belum melihat momentum yang cukup besar seperti yang didapatkan dari saham-saham teknologi.
"Saya pikir hal ini menimbulkan beberapa risiko dalam kaitannya dengan arah pergerakan indeks, karena jelas semuanya diutamakan pada saham-saham teknologi,” tambahnya.
Sebelumnya, Wall Street menguat imbas Nvidia mengumumkan hasil kuartal IV 2023 yang positif. Perusahaan pembuat cip itu sempat melampaui valuasi sampai US$ 2 triliun.
Pada perdagangan Kamis (22/2/2024), S&P 500 mengalami hari terbaiknya sejak Januari 2023, sedangkan Nasdaq Composite melonjak hampir 3% untuk sesi terbaiknya sejak Februari 2023 dan Dow Jones ikut naik sekitar 1,2%.
Di sisi pendapatan perusahaan, Block melonjak 16,1% setelah pendapatan kuartal keempat melampaui perkiraan Wall Street. Carvana naik 32,1% setelah pengecer mobil bekas tersebut memperkirakan unit ritel akan tumbuh pada 2024.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




