ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fintech Syariah Indonesia Masih Kalah dengan Malaysia, Ini Alasannya

Senin, 26 Februari 2024 | 16:39 WIB
V
WP
Penulis: Vinnilya | Editor: WBP
Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya. (Beritasatu.com/Vinnilya)

Jakarta, Beritasatu.com - Global Islamic Fintech Report merilis data bahwa Indonesia berada di peringkat ketiga Gift Index Scores pada 2023 yakni sebesar 61. Meski demikian, Indonesia masih kalah dengan Malaysia dan Arab Saudi yang berada di peringkat pertama dan kedua dalam hal financial technology (fintech) syariah.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya mengungkapkan ada tiga alasan Indonesia belum unggul dibandingkan Malaysia.

“Kita melihat ada beberapa parameter yang mereka lebih unggul, pertama punya SDM yang memang lebih digital savvy (paham digital) dan mungkin terbiasa dengan digital,” kata Ronald Yusuf Wijaya saat ditemui di BEI, Jakarta, Senin (26/2/2024).

ADVERTISEMENT

Kedua, lanjut Ronald, negara tersebut punya partipasi perbankan (bank participation) lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Artinya, di negara-negara itu bank sudah banyak kolaborasi dengan fintech.  “Harapannya dengan adanya indeks tersebut perbankan syariah di Indonesia dapat mulai berpartisipasi atau bekerja sama dengan fintech syariah,” kata dia.

Di sisi lain, menurut Ronald, Indonesia sebetulnya unggul dalam dua hal, yakni regulasi dan shariah compliant. “Dua aspek ini dibandingkan dua negara tadi memang kita lebih unggul, tetapi bisa jadi ini menjadi pisau bermata dua, karena terlalu diatur, jadi invasinya terbatas. Jika pengaturannya jelas, harusnya perlindungan konsumen lebih bagus,” tandas dia.

Selain menjadi negara peringkat ketiga secara Gift Index, Indonesia menduduki peringkat kelima pasar fintech syariah di dunia. Adapun nilai pasar fintech syariah Indonesia mencapai US$ 6,1 miliar. 

Namun, Indonesia tetap kalah dengan Malaysia yang menduduki peringkat ketiga terbesar secara global. Di Malaysia, pasar fintech syariah menyentuh US$ 11,1 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon