ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Di Tengah Gempuran Aset Kripto, SUN Diproyeksi Masih Diminati

Senin, 11 Maret 2024 | 19:18 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Ilustrasi Obligasi.
Ilustrasi Obligasi. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - Diadang keuntungan yang menjanjikan aset kripto tak mematahkan minat para investor institusi untuk tetap berinvestasi pada surat utang negara (SUN). Bertahannya minat itu sejalan dengan kepastian keuntungan yang ditawarkan imbal hasil (yield) SUN.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, pelaku pasar khususnya investor institusi cenderung berinvestasi pada pendapatan tetap seperti SUN, meski aset kripto saat ini sedang naik daun. Ada perbedaan risk profile cukup tinggi antara kripto dan SUN. Kripto seperti halnya saham, meski memberikan keunrungan tinggi, tetapi penuh dengan risiko. 

"Berbeda dengan obligasi yang termasuk investasi fixed income dengan keuntungan sudah bisa dipastikan melalui kupon dan tenor, sedangkan saham atau kripto belum tentu memberikan persentase return,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (11/3/24).

ADVERTISEMENT

Ia menyampaikan, awareness masyarakat soal investasi baik pada ekuitas (saham) dan pendapatan tetap bertumbuh beriringan sesuai profil risiko nasabahnya. Untuk pendapatan tetap, cenderung lebih banyak dimintai nasabah dari deposito yang kebanyakan merupakan investor long term alias jangka panjang.  “Investor institusi juga menghindari instrumen yang memiliki risiko lebih besar,” ujar dia.

Lebih lanjut, Firi mengatakan, pergerakan imbal hasil SUN pekan ini akan dipengaruhi rupiah yang terus terdepresiasi dari dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, pelaku pasar menantikan data neraca perdagangan yang diharapkan surplus seiring recovery perekonomian Tiongkok sehingga berdampak positif pada ekspor Indonesia. 

Sentimen lain yang perlu diperhatikan pekan ini adalah rencana kerja sama Bank Indonesia (BI) dan Reserve Bank India (RBI) untuk mendorong penggunaan mata uang lokal masing-masing negara dalam transaksi bilateral antara rupee dan rupiah atau local currency transaction (LCT).

Sementara itu, pekan ini pada Rabu (13/3/2024), pemerintah akan melakukan lelang SUN sebanyak tujuh seri dengan target Rp 24 triliun dan maksimal Rp 36 triliun. 


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Utang Pemerintah Hampir Sentuh Rp 10.000 Triliun

Utang Pemerintah Hampir Sentuh Rp 10.000 Triliun

EKONOMI
Pelemahan Rupiah dan Harga Minyak Tekan SBN

Pelemahan Rupiah dan Harga Minyak Tekan SBN

EKONOMI
Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

EKONOMI
Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

EKONOMI
Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

EKONOMI
Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon