Pertamina: Pasokan LPG ke Sumenep Terkendala Cuaca
Senin, 8 Juni 2015 | 19:10 WIB
Surabaya - Pasokan elpiji kemasan 3 kilogram ke Kepulauan Sumenep, Madura tertahan di Pelabuhan Kalianget Madura akibat larangan berlayar dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak empat hari lalu.
Hal tersebut disampaikan Pertamina Marketing Region V, Senin (8/6) menanggapi pemberitaan terjadinya kelanggkaan elpiji di Madura.
BMKG Madura melarang pelayaran di kawasan Kepulauan Sumenep yang terdiri dari sekitar 15 pulau karena gelombang tinggi dan angin yang cukup kencang.
"Pasokan LPG 3 Kg yang sedianya akan dikirimkan tanggal 4 Juni yang lalu, hingga saat ini masih tertahan di pelabuhan karena kendala cuaca sehingga ada larangan berlayar dari BMKG, hal ini yang menyebabkan pasokan ke kepulauan terhambat," kata asisten manajer hubungan masyarakat Pertamina Marketing Region V Heppy Wulansari dalam pesan tertulis yang diterima redaksi.
"Kami masih menunggu dari BMKG, jika cuaca sudah bersahabat dan larangan berlayar sudah dihentikan, kami akan segera memberangkatkan pasokan LPG 3 Kg ke kepulauan Sumenep," ujarnya.
Baca juga: Di Madura, Harga Elpiji 3 Kg Melonjak Tembus Rp 30.000
Menurut Pertamina, pasokan untuk pulau-pula di Sumenep seperti Masalembu, Kangean, Sepudi, Raas, Gayam, Sepeken dan lain-lain disalurkan oleh delapan agen, dengan kebutuhan total per bulan mencapai 55.000-57.000 tabung per bulan.
Heppy menambahkan sejauh ini Pertamina tidak melakukan pengurangan pasokan, namun justru menyiapkan tambahan pasokan sebesar 11% untuk seluruh Madura sebagai antisipasi bulan Ramadan dan Lebaran, sehingga pasokan ke kepulauan Sumenep juga akan bertambah secara volume dan frekuensi pengirimannya.
Sepanjang bulan Juni ini pengiriman sudah dilakukan pada tanggal 1-3 Juni dengan total pengiriman sebanyak 3.360 tabung, tambahnya.
Tentang tingginya harga elpiji kemasan 3 kg di Kepulauan Sumenep, Heppy menjelaskan bahwa biaya distribusi di kepulauan seluruh Indonesia tidak diatur dalam regulasi sehingga tidak ada subsidi biaya distribusi dari pemerintah.
Hal ini yang menyebabkan harga elpiji 3 kg di sana menjadi mahal akibat adanya tambahan biaya pengapalan dan handling di pelabuhan.
"Untuk kepulauan Sumenep pada kondisi normal harga per tabung mencapai Rp 25.000," kata Heppy.
Terkait hal ini, Heppy mengklaim kalau Pertamina sudah mengusulkan ke Pemda untuk membuat HET kepulauan agar harga bisa terkontrol khususnya di saat ada kendala cuaca alam seperti ini, maupun di saat ada peningkatan konsumsi.
"Namun hingga saat ini masih belum ada keputusan dari Pemda Sumenep," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




