ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Lebaran, Harga LPG 3 Kg di Polman Tembus Rp 40.000

Rabu, 18 Maret 2026 | 12:07 WIB
MA
BW
Penulis: Muhammad Asyharuddin Arbab | Editor: BW
Petugas menyisir pengecer yang diduga melanggar aturan distribusi LPG di Polewali Mandar, Rabu 18 Maret 2026.
Petugas menyisir pengecer yang diduga melanggar aturan distribusi LPG di Polewali Mandar, Rabu 18 Maret 2026. (Beritasatu.com/M Asyharuddin Arbab)

Polewali Mandar, Beritasatu.com - Menjelang Lebaran 2026, harga gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melonjak tajam hingga mencapai Rp 40.000 per tabung di tingkat pengecer. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena harga jauh di atas ketentuan resmi pemerintah.

Merespons lonjakan harga tersebut, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Polewali Mandar bersama tim bagian ekonomi melakukan inspeksi ke sejumlah kios pengecer pada Rabu (18/3/2026).

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Polman, Fatriasmal, menjelaskan, tingginya harga di tingkat pengecer dipicu rantai distribusi tidak resmi yang membuat harga beli pedagang sudah tinggi sejak awal.

“Hari ini kami turun bersama tim menindaklanjuti laporan warga bahwa harga LPG 3 kg mencapai Rp 40.000. Setelah dicek, pengecer mengaku membeli dari oknum penyalur seharga Rp 30.000 hingga Rp 35.000, sehingga mereka menjual lebih mahal untuk mencari untung,” ujar Fatriasmal.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk LPG 3 kilogram di wilayah tersebut hanya Rp 18.500 per tabung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, sebagian pengecer mengaku memperoleh pasokan gas dari kendaraan pengangkut luar daerah, termasuk dari wilayah Pinrang, yang menawarkan tabung secara langsung.

Dalam inspeksi itu, petugas juga menemukan adanya pelanggaran jumlah penguasaan stok di tingkat pengecer. Beberapa kios diketahui menyimpan hingga 50 tabung LPG 3 kilogram.

Menurut Fatriasmal, jumlah tersebut melanggar ketentuan distribusi yang ditetapkan Pertamina. “Sesuai aturan Pertamina, pengecer yang terdaftar hanya boleh memegang jatah maksimal 5 sampai 10 tabung. Itu pun hanya 10% dari jatah pangkalan yang diperuntukkan bagi pengecer resmi,” tegasnya.

Meski harga di tingkat pengecer liar melonjak, pemerintah daerah memastikan pangkalan resmi dan agen masih menjual sesuai harga yang telah ditetapkan.

“Kalau pangkalan sepertinya masih tertib sesuai HET karena mereka terpantau langsung. Masalah utamanya ada di pengecer ini, di mana pemda terkadang sulit masuk karena mereka di luar jangkauan regulasi HET pangkalan,” ungkap Fatriasmal.

Sebagai langkah awal, petugas memberikan surat pernyataan kepada pedagang yang terbukti melanggar aturan distribusi.

Hasil temuan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pimpinan daerah untuk menentukan langkah penertiban berikutnya.

“Hasil temuan ini akan kami rapatkan. Kami menunggu keputusan pimpinan mengenai sanksi atau langkah strategis apa yang akan diambil untuk menekan harga kembali normal menjelang Lebaran,” tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Anggaran Rp 911 Miliar, Diskon Lebaran 2026 Tekan Inflasi

Anggaran Rp 911 Miliar, Diskon Lebaran 2026 Tekan Inflasi

MULTIMEDIA
Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng pada 10-12 April

Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng pada 10-12 April

JAKARTA
Survei ITS: Kereta Api Jadi Moda Paling Memuaskan Saat Lebaran 2026

Survei ITS: Kereta Api Jadi Moda Paling Memuaskan Saat Lebaran 2026

NASIONAL
Mudik Lebaran 2026: Warga Pilih Kereta Api hingga Pakai Private Jet

Mudik Lebaran 2026: Warga Pilih Kereta Api hingga Pakai Private Jet

NASIONAL
Bandara Soetta Layani 3,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

Bandara Soetta Layani 3,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

BANTEN
3 Hari, 663 Pendatang Baru Masuk ke Jakarta setelah Lebaran 2026

3 Hari, 663 Pendatang Baru Masuk ke Jakarta setelah Lebaran 2026

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT