Wall Street Anjlok karena Kenaikan Imbal Hasil Meningkatkan Tekanan
Selasa, 16 April 2024 | 05:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks utama Wall Street merosot pada Senin (15/4/2024) setelah imbal hasil yang lebih tinggi di pasar obligasi disebabkan oleh kuatnya perekonomian Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan di Wall Street.
S&P 500 anjlok 1,2% atau 61,59 poin menjadi 5.061,82. Dow Jones Industrial Average turun 248 poin atau 0,7% menjadi 37.735,11, dan komposit Nasdaq merosot 290,08 atau 1,8% menjadi 15.885,02.
Sebelumnya, saham-saham AS menguat karena harga minyak melemah dengan harapan upaya internasional dapat membantu meredakan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Namun, imbal hasil (yield) Treasury juga melonjak menyusul laporan terbaru mengenai perekonomian AS yang melampaui ekspektasi.
Sementara itu, saham-saham big tech juga mengalami pelemahan. Apple turun 2,2%, Nvidia turun 2,5%, dan Microsoft merosot 2%. Perusahaan big tech ini memang sudah lama tidak mendapat manfaat dari suku bunga rendah dan sering merasakan tekanan ketika imbal hasil meningkat.
Yang membantu mengendalikan kerugian adalah beberapa perusahaan keuangan yang melaporkan pendapatan menggembirakan pada awal tahun. Saham Goldman Sachs naik 2,9%, M&T Bank naik 4,7%, dan Charles Schwab naik 1,7%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




