Ternyata Ada 2 Negara Tidak Senang dengan Pengembangan Industri Semikonduktor di Indonesia
Sabtu, 11 Mei 2024 | 20:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah tengah mengembangkan industri semikonduktor di Tanah Air dan diyakini akan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengembangan teknologi. Namun, langkah ini tidak bisa berjalan mulus karena masih terdapat kendala dalam pengembangan industri semikonduktor. Hal ini karena ada dua negara yang tidak senang.
“Kita akan buat integrasi di Rempang dengan investasi US$ 12 miliar. Singapura dan Malaysia tidak senang, makanya dibuat ribut terus sama Non Governmental Organization (NGO), agar Indonesia tidak masuk di industri semikonduktor,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam seminar ekonomi bertajuk “Perspektif Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi: Menuju Indonesia Emas 2045” di Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (11/5/2024).
Airlangga menuturkan sebelumnya sudah ada perusahaan fairchild semiconductor di Indonesia, tetapi karena permasalahan robotisasi perusahaan tersebut pindah ke Malaysia.
Imbasnya 40% komoditas ekspor Malaysia saat ini merupakan komoditas berbasis elektronik. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus mendorong agar ada perusahaan yang bergerak di bidang semikonduktor untuk membangun pabrik di Indonesia.
“Semikonduktor Indonesia baru di hilir, baru di testing sama di assembling. Kedua, kita back to basic, karena kalau kita bicara semikonduktor, kita bicara chip design. Chip design itu bahasa sederhananya bikin sirkuit elektrik dengan dua nano. Sirkuit elektrik dibuat kecil, jadi kalau kita enggak punya engineer di microelectronic atau megatronic itu sulit,” tutur Airlangga.
Mantan menteri perindustrian ini mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melibatkan Indonesia sebagai mitra dalam pengembangan semikonduktor. Selain itu, Indonesia juga melihat langkah pengembangan industri semikonduktor melalui kerja sama dengan China.
"Indonesia sudah menjadi tujuh negara yang dipersiapkan untuk semikonduktor oleh Amerika Serikat. Namun, kalau tidak dengan temannya Amerika Serikat, kita sudah siapkan semikonduktor yang berbasis awal, yaitu wafer dari Tiongkok," tuturnya.
Dia mengatakan bahwa potensi investasi semikonduktor yang dengan nilai besar misalnya di Jerman dan Spanyol masing-masing sebesar US$ 13 miliar dan US$ 3 miliar. Negara lain seperti Jepang juga memberikan subsidi untuk pengembangan industri tersebut.
"Investasi semikonduktor di Jerman itu US$ 13 miliar, di Spanyol US$ 3 miliar, di Amerika Serikat pun mereka subsidi dengan jumlah yang besar. Jepang pun subsidi, sehingga kita bersaing dengan mereka, tetapi kita on the way ke sana," terang Airlangga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




