Pimpin Pertemuan Indonesia-Rusia, Airlangga Bahas Kerja Sama Strategis
Kamis, 14 Mei 2026 | 06:02 WIB
Kazan, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia, Denis Manturov dalam sidang komisi bersama (SKB) Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Kazan, Rusia, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan tersebut merupakan rangkaian penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia yang membahas berbagai isu strategis kedua negara.
“Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis yang mencakup penguatan akses pasar dan kerja sama sektor pertanian, kerja sama energi terbarukan, peluang peningkatan investasi, termasuk pada kawasan ekonomi khusus, serta penguatan kerangka hukum dan kelembagaan kerja sama bilateral,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Airlangga, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk meninjau implementasi hasil-hasil pertemuan sebelumnya sekaligus mengevaluasi berbagai agenda kerja sama ekonomi yang masih memerlukan tindak lanjut.
Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Rusia juga membahas perkembangan ratifikasi serta implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 dan kini memasuki proses ratifikasi domestik.
Perjanjian perdagangan tersebut dinilai akan membuka akses pasar lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, hingga furnitur. Airlangga menegaskan, Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis utama di kawasan Eurasia.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara,” tegas Airlangga.
Sementara itu, Denis Manturov menegaskan komitmen Rusia untuk terus memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan Indonesia melalui kerja sama berbagai sektor strategis. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memaparkan peluang ekspor produk agro Indonesia ke Rusia, termasuk penjajakan impor daging dan pupuk.
Kemudian, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung membahas rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, proyek GRR Tuban, hingga kerja sama energi nuklir. Pada sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan langkah mendorong ekspor Indonesia ke Rusia serta proses implementasi Indonesia-EAEU FTA.
Selain itu, kedua negara juga membahas rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) antara Indonesia dan Rusia. Dalam pertemuan tersebut, Denis Manturov turut menanyakan kesiapan Indonesia sebagai partner country pada ajang INNOPROM 2026, pameran industri internasional terbesar di Rusia.
Airlangga juga mengundang Denis Manturov untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




