SUN Pekan Ini Akan Dipengaruhi Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
Senin, 13 Mei 2024 | 05:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Setelah sentimen geopolitik mereda, pasar surat utang negara (SUN) pekan ini akan dipengaruhi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS atau US Treasury dan sejumlah kebijakan perekonomian negara tersebut. Yield SUN tenor 10 tahun pekan ini akan bergerak di kisaran 7,02%-7,12%.
Senior Economist PT KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, pasar surat utang dalam negeri didominasi sentimen global. Salah satunya dari AS yang pekan lalu mengalami kenaikan yield US Treasury setelah turun selama 2 minggu terakhir. Selain itu, salah satu anggota The Fed mengeluarkan pernyataan soal penurunan suku bunga alias Fed Rate yang akan dilakukan lebih hati-hati. “Mungkin ini yang membuat yield US Treasury masih berada di level lebih tinggi,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (12/5/2024).
Fikri menambahkan, ke depan pasar akan menanti data indeks harga konsumen dan indeks harga produsen yang memberikan sinyal inflasi AS masih tinggi sehingga menjadi pendorong meningkatnya yield US Treasury. “Saat ini data ekonomi AS menjadi fokus utama, bukan lagi geopolitik. Dengan demikian, harapan akan peningkatan arus masuk modal asing ke dalam negeri semakin besar,” kata dia.
Dengan meredanya ketidakpastian global, kemungkinan besar risiko aliran modal keluar dari negara-negara berkembang akan berkurang. Dengan adanya arus modal kembali ke dalam negeri, harapan peningkatan lelang obligasi menjadi lebih tinggi. Diperkirakan pendapatan dari lelang akan meningkat signifikan mengingat kondisi ekonomi saat ini. "Yield SUN sudah mencapai di atas 7%, bahkan tenor 10 tahun sudah berada di sekitar 7,02%-7,12%, angka yang sangat menarik bagi investor asing,” ujar dia.
Sedangkan dari domestik, pasar surat utang akan dipengaruhi data retail sales atau consumer confidence yang dirliis pada Selasa (14/5/2024). Investor baik asing maupun domestik, akan tetap memperhatikan stabilitas rupiah. "Mesk ada potensi pelemahan rupiah, kemungkinan tidak sebesar yang terjadi setelah Lebaran lalu. Rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp 16.020 per dolar AS,” ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




