Libur Panjang Pekerja Berpotensi Gerus Minat Investor Asing Masuk RI
Senin, 20 Mei 2024 | 20:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah libur pekerja di Indonesia yang mencapai 27 hari dalam setahun dinilai dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas usaha. Daya saing industri Tanah Air juga berpotensi tergerus di mata investor asing.
Ekonom senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan investor asing berinvestasi di suatu negara. Salah satunya menyangkut produktivitas kerja.
"Menurut saya, memang tidak disebutkan para investor melakukan protes terhadap isu mengenai libur, tetapi sedikit banyak pasti bersinggungan dengan kenaikan upah yang tinggi dibandingkan produktivitas yang dihasilkan," ungkap Tauhid, saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (20/5/2024).
Apalagi, produktivitas pekerja Indonesia dinilai lebih rendah dibandingkan pekerja di negara ASEAN lainnya. Produktivitas pekerja Indonesia disebut berada di angka US$ 23.890 per pekerja, bahkan lebih rendah dibanding rata-rata ASEAN yang berada di angka US$ 24.270.
"Jadi saya membaca walaupun tidak besar, (libur panjang pekerja) ini akan sangat memengaruhi (minat investor). Walaupun, mungkin besarannya jauh lebih kecil dibandingkan market ataupun pelayanan untuk perizinan maupun untuk perburuhan," jelasnya.
Di samping dampak libur panjang pekerja yang memengaruhi produktivitas usaha, Tauhid menyampaikan, minat investor asing berinvestasi ke Indonesia saat ini ditopang oleh besarnya pangsa pasar dan regulasi yang mendukung.
"Jadi, saya kira memang tidak serta-merta investor langsung tidak jadi berinvestasi (karena kebijakan libur panjang), tetapi mereka harus mengalkulasi ulang terhadap strategi bisnis mereka dengan situasi libur yang ada di Indonesia," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




