Bentuk PT untuk Kelola Pertambangan, PBNU Tunjuk Gus Gudfan Arif sebagai Penanggung Jawab
Kamis, 6 Juni 2024 | 21:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengumumkan bahwa PBNU telah mendirikan perusahaan untuk mengelola konsesi pertambangan yang diberikan oleh pemerintah. Gus Yahya, sapaan akrabnya, menunjuk Bendahara Umum PBNU, Gudfan Arif Ghofur, sebagai penanggung jawab utama perusahaan tersebut.
"Kami telah membentuk PT dan penanggung jawab utamanya adalah bendahara umum yang juga seorang pengusaha tambang," ujar Yahya Cholil Staquf di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2024).
Gus Yahya menyatakan PBNU memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul di berbagai bidang. Penunjukkan Gus Gudfan Arif dianggap tepat karena memiliki jaringan dalam komunitas tambang.
"Paling tidak, dia memiliki jaringan dari komunitas tambang ini. Sebenarnya, di lingkungan NU sudah banyak SDM unggul yang bisa kita panggil untuk ikut bekerja," tambahnya.
Yahya juga menyebut terdapat 286 profesional NU yang bekerja di luar negeri. Ia optimistis mereka siap membantu NU dalam mengelola konsesi pertambangan ini.
"Insyaallah, dalam waktu dekat kami ingin menciptakan satu platform untuk berkumpulnya sumber daya baru untuk masa depan NU. Kami akan mengadakan semacam summit," ujarnya.
"Saya optimistis, Insyaallah, kami memiliki SDM yang mumpuni. Tidak perlu disebut satu persatu, yang penting bendahara umum akan memimpin tim untuk ini," sambung Gus Yahya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menegaskan proses pengelolaan konsesi ini membutuhkan waktu dan tidak bisa instan.
"Ini bukan seperti menerima nasi bungkus yang bisa langsung dimakan. Ini butuh proses, dan saya optimistis karena dalam dua tahun terakhir, kami telah melakukan identifikasi SDM," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




