ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wakil Ketua MUI Sebut Pemberian Konsesi Tambang ke NU Hal Wajar

Senin, 10 Juni 2024 | 10:51 WIB
MA
AD
Penulis: Moch Ulul Azmi | Editor: AD
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga mantan pengurus PBNU, Marsudi Suhud.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga mantan pengurus PBNU, Marsudi Suhud. (Beritasatu.com/Moch Ulul Azmi)

Malang, Beritasatu.com - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga mantan ketua PBNU, KH Marsudi Suhud menyebutkan pemberian konsesi dalam pengelolaan tambang di Kalimantan kepada organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) adalah hal wajar.

Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan "Doa Bersama untuk Prabowo" yang digelar Mujadalah Kiai Kampung (MKK) se-Indonesia di Kastil Atamimi, Malang, Jawa Timur, Minggu (9/6/2024).

Menurut Marsudi, maksud pemerintah memberikan konsesi pengelolaan tambang kepada organisasi keagamaan adalah upaya pemerintahmelibatkan masyarakat dalam pembangunan bangsa.

ADVERTISEMENT

Apalagi, organisasi keagamaan, seperti NU hingga Muhammadiyah, memiliki latar belakang dalam sejarah pendirian NKRI. Makan, bukanlah hal asing jika kemudian mereka juga ikut dilibatkan dalam pembangunan bangsa di kemudian hari.

"NU, Muhammadiyah, dan organisasi lain berdiri sebelum NKRI ada, hingga kemudian dihidupi pemerintah. Bagi kami itu sudah menjadi kewajiban. Organisasi-organisasi inilah yang ikut perjuangan mendirikan dan menjaga republik hingga saat ini," ungkap Marsudi.

Jika memang kemudian dalam kebijakan tersebut menuai pro kontra, bagi dirinya tidak masalah. Alasannya, perbedaan pendapat adalah hal wajar. Terlepas dari itu, misi dalam kebijakan ini masih dinilai wajar.

"Tinggal ke depannya harus ditata lagi, jangan sampai kita (organisasi keagamaan) ini ikut andil dalam kerusakan alam. Itu harus dijawab. Jadi, kita lihat saja nanti,'' katanya.

Sejauh ini, dirinya optimistis NU dapat mengemban amanah tersebut. Ini mengingat di dalam tubuh NU tidak hahya diisi oleh ahli agama saja, tetapi juga diisi kader ilmuwan berpengalaman, termasuk di sektor pertambangan.

"Saya kira di NU diisi banyak kader para doktor, enggak hanya ahli agama saja. Jadi dalam setiap apa pun itu pasti ada maslahat dan mudarat, Jadi, tugasnya hanya tinggal memperbesar maslahat. Jangan sampai nanti mengambil manfaatnya saja, tetapi juga ikut andil jika terjadi kerusakan," tegasnya.

Ia menyebut hal itu juga menegaskan jika semua hasil dari konsesi pengelolaan tambang ini akan digunakan dan dikembalikan untuk kemajuan bangsa. Ia menegaskan agar masyarakat tidak khawatir terkait narasi kontra yang berkembang.

"Membangun bangsa itu adalah keharusan, baik membangun infrastruktur maupun kemaslahatan bangsa dan umat. Tujuan pemerintah memberi konsesi tambang kepada publik/organisasi ini pada prinsipnya bertujuan untuk bersama-sama membangun bangsa ini," pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

5 Ton Ikan Sapu-Sapu Dikubur di Jaksel, MUI Turun Tangan Beri Arahan

5 Ton Ikan Sapu-Sapu Dikubur di Jaksel, MUI Turun Tangan Beri Arahan

JAKARTA
DPRD Lebak Minta MUI Bentuk Tim Usut Kasus Al-Qur’an Diinjak

DPRD Lebak Minta MUI Bentuk Tim Usut Kasus Al-Qur’an Diinjak

BANTEN
Viral Sumpah Injak Al-Qur’an, MUI Minta Masyarakat Jangan Anarkis

Viral Sumpah Injak Al-Qur’an, MUI Minta Masyarakat Jangan Anarkis

BANTEN
Respon MUI Soal Al-Qur'an Dinjak-injak di Lebak yang Viral di Medsos

Respon MUI Soal Al-Qur'an Dinjak-injak di Lebak yang Viral di Medsos

BANTEN
Viral Sejumlah Orang Minum Oli di Makassar, MUI: Hukumnya Haram!

Viral Sejumlah Orang Minum Oli di Makassar, MUI: Hukumnya Haram!

SULAWESI SELATAN
MUI Ungkap Posisi Hilal Jelang Lebaran 2026

MUI Ungkap Posisi Hilal Jelang Lebaran 2026

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon