Donald Trump Ditembak, Imbal Hasil SUN Pekan Ini Diproyeksi Naik
Senin, 15 Juli 2024 | 10:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Di tengah risiko global yang kembali meningkat, imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) diperkirakan mengalami kenaikan menjadi 6,8%-7,2% untuk tenor 10 tahun pada pekan ini. Tingginya yield merupakan kesempatan emas bagi investor asing untuk mengoleksi surat utang Indonesia.
"Saya memperkirakan pasar (harga obligasi) akan cenderung tertekan mengingat peningkatan sentimen negatif eksternal. Beberapa risiko geopolitik, seperti penembakan Donald Trump dan memanasnya tensi di Taiwan akan memengaruhi pasar," jelas Ahmad kepada Investor Daily, Senin (15/7/2024).
Selain itu, buku putih pertahanan terbaru dari Tokyo memberikan peringatan terhadap meningkatnya risiko dari China, Korea Utara, dan Rusia. "Investor asing cenderung akan lebih berhati-hati dan berspekulasi di pasar berkembang, termasuk Indonesia," tambah Ahmad.
Data terbaru inflasi negara maju menunjukkan kemajuan tipis. Pekan lalu, data inflasi AS menunjukkan perlambatan dari 3,3% pada Mei 2024 menjadi 3% pada Juni 2024. Namun, inflasi inti yang menjadi fokus The Fed, melambat tipis dari 3,4% menjadi 3,3%. "Kita juga akan melihat rilis inflasi Inggris yang diperkirakan tetap di 2%, dan inflasi inti Inggris hanya melambat sedikit dari 3,5% menjadi 3,4%," jelas Ahmad.
Selain itu, pasar juga akan menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell tentang arah kebijakan moneter di AS, serta rapat Bank Sentral Eropa (ECB) yang diproyeksikan mempertahankan suku bunga tetap di 4,25%.
Dari Asia, perhatian tertuju pada sidang pleno ketiga Partai Komunis China dan potensi reformasi besar kebijakan fiskal. Data pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan masih melambat dan kebijakan terkait medium term lending facility dari People’s Bank of China juga akan menjadi sorotan.
"Sentimen geopolitik dan data ekonomi akan mewarnai kinerja pasar surat utang dalam negeri pekan ini. Saya memperkirakan yield akan cenderung bergerak sedikit ke atas, mengasumsikan sentimen geopolitik lebih kuat daripada sentimen positif rilis keputusan atau data ekonomi," kata dia.
Untuk SUN tenor 10 tahun, Ahmad mempertahankan rentang yield di kisaran 6,8%-7,2%, dengan kecenderungan sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6,944%. "Saya memperkirakan yield akan sedikit naik dan kembali bergerak di sekitar 7% pekan ini," tutur Ahmad.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




