ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Sentimen Penurunan Suku Bunga The Fed

Jumat, 19 Juli 2024 | 05:42 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi minyak dan gas.
Ilustrasi minyak dan gas. (Dok )

Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia stabil pada perdagangan Kamis (18/7/2024). Hal itu karena investor dihadapkan beragam sentimen tentang kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dengan meningkatnya harapan bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

Mengutip Reuters, Jumat (19/7/2024). Brent naik 3 sen sehingga menetap di US$ 85,11 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3 sen menjadi US$ 82,82 per barel. Kedua patokan harga tersebut naik pada sesi perdagangan sebelumnya.

Jumlah masyarakat AS yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari yang diharapkan minggu lalu. Sementara, klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian meningkat sebanyak 20.000 menjadi 243.000 klaim disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir pada 1 Juli.

ADVERTISEMENT

Data tersebut memperkuat argumen agar The Fed mempercepat rencana pemangkasan suku bunga, yang dapat mendorong lebih banyak pengeluaran untuk minyak.

"Saya percaya bahwa harapan sehat akan pemotongan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat akan membatasi penurunan," kata Tamas Varga dari broker minyak PVM.

Pada Rabu (17/7/2024) waktu setempat, pejabat The Fed mengatakan, bank sentral AS semakin dekat untuk memangkas suku bunga mengingat perbaikan inflasi dan pasar tenaga kerja yang lebih seimbang, mungkin membuka jalan untuk penurunan biaya pinjaman pada September.

Aktivitas ekonomi AS berkembang pada tingkat yang sedikit hingga moderat dari akhir Mei hingga awal Juli, dengan perusahaan-perusahaan mengharapkan pertumbuhan yang lebih lambat ke depan, menurut laporan yang dirilis oleh The Fed pada Rabu.

Pertemuan menteri OPEC+ yang dijadwalkan awal Agustus kemungkinan tidak akan merekomendasikan perubahan kebijakan output minyak kelompok tersebut, yang mencakup rencana untuk mulai membatalkan satu lapisan pemotongan output minyak mentah mulai Oktober.

Salah satu dari tiga sumber OPEC+, yang semuanya menolak untuk disebutkan namanya, mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan menjadi pulse check untuk kesehatan pasar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Lahadalia: Pasokan Minyak Mentah hingga Desember 2026 Aman

Bahlil Lahadalia: Pasokan Minyak Mentah hingga Desember 2026 Aman

EKONOMI
IEA Minta Negara G7 Lepas Cadangan Minyak

IEA Minta Negara G7 Lepas Cadangan Minyak

EKONOMI
Purbaya Akan Evaluasi APBN Sebulan jika Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Akan Evaluasi APBN Sebulan jika Harga Minyak Terus Naik

EKONOMI
Terganggu Badai Musim Dingin, Harga Minyak Naik 3 Persen

Terganggu Badai Musim Dingin, Harga Minyak Naik 3 Persen

EKONOMI
Produksi Minyak Libia Tertinggi dalam 12 Tahun, Tembus 1,37 Juta Barel

Produksi Minyak Libia Tertinggi dalam 12 Tahun, Tembus 1,37 Juta Barel

INTERNASIONAL
Update Harga Minyak Dunia 4 November: Turun Lebih dari 1 Persen

Update Harga Minyak Dunia 4 November: Turun Lebih dari 1 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon