ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stimulus PPN DTP Ampuh Tingkatkan Konsumsi Masyarakat

Selasa, 6 Agustus 2024 | 16:52 WIB
RS
AD
Penulis: Rama Sukarta | Editor: AD
Ilustrasi produk properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
Ilustrasi produk properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). (Dok/Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal II 2024 tumbuh sebesar 5,05% yoy. Secara semesteran, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2024 tercatat tumbuh 5,08% year on year (yoy). Salah satu katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 54,53%.

Menyoroti hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu mengatakan, saat ini pemerintah berusaha untuk terus meningkatkan konsumsi masyarakat yang dapat turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Salah satu strategi pemerintah adalah dengan memberikan stimulus yang membantu pertumbuhan konsumsi masyarakat, khususnya konsumsi pada bidang properti.

"Kita sudah ada PPN yang ditanggung pemerintah (DTP) untuk rumah. Kita berikan sampai rumah yang harga Rp 5 miliar, tetapi kita berikan insentifnya sampai Rp 2 miliar pertama. Kita lakukan itu dari kuartal IV 2023 dan kita evaluasi. Hasilnya bagus dan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi di 2023 yang lumayan signifikan. Makanya, kita tahu bahwa kebutuhan masyarakat untuk perumahan itu tinggi, maka kami lanjutkan di 2024 sampai Juni 100% PPN DTP. Kemudian sampai akhir tahun tadi 50%," ucap Febrio kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (6/8/2024).

ADVERTISEMENT

Febrio menilai, stimulus PPN DTP yang diberikan oleh pemerintah sejak tahun lalu memberikan dampak yang teccermin pada pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kuartal I dan II 2024 yang selalu di atas 5%. Selain tecermin pada pertumbuhan ekonomi, dampak stimulus PPN DTP juga tercermin pada realisasi investasi Indonesia kuartal II 2024.

"Kalau kita lihat semisal investasi di kuartal II terlihat lebih bagus, ini adalah hasil terutama karena investasi itu didominasi oleh bangunan, sekitar 70-75% itu dalam bentuk bangunan, sehingga kalau banyak konstruksi, rumah, kantor, jembatan, PSN, itu terlihat di dalam performance investasi kita. Makanya, kalau kita lihat nanti sampai akhir tahun, kita harapkan sektor konstruksi itu tumbuhnya cukup positif juga," tambah Febrio.

Febrio berharap stimulus yang diberikan oleh pemerintah dapat kembali berkontribusi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, seperti pada kuartal-kuartal sebelumnya.

"Kita harapkan ini cukup sustain untuk pertumbuhan ekonomi kita. Sejauh ini 5,1%, sesuai ekspektasi. Harapan ke depannya bisa kita pertahankan," tandasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Stimulus Nataru, ASDP Turunkan Tarif Penyeberangan Hingga 19 Persen

Stimulus Nataru, ASDP Turunkan Tarif Penyeberangan Hingga 19 Persen

NASIONAL
4 Paket Stimulus Ekonomi yang Bakal Dilanjutkan pada 2026

4 Paket Stimulus Ekonomi yang Bakal Dilanjutkan pada 2026

EKONOMI
Airlangga Pastikan Diskon Pesawat, Tol dan Kereta Api Berlanjut

Airlangga Pastikan Diskon Pesawat, Tol dan Kereta Api Berlanjut

EKONOMI
Kemenkeu Sebut Tak Akan Tambah Utang untuk Paket Stimulus

Kemenkeu Sebut Tak Akan Tambah Utang untuk Paket Stimulus

EKONOMI
Kementerian ESDM Hormati Keputusan Pembatalan Diskon Listrik

Kementerian ESDM Hormati Keputusan Pembatalan Diskon Listrik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon