Kementerian ESDM Hormati Keputusan Pembatalan Diskon Listrik
Selasa, 3 Juni 2025 | 10:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah batal memberikan diskon listrik sebesar 50%. Pembatalan ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani setelah rapat terbatas kemarin.
Menanggapi pembatalan diskon tarif listrik tersebut, Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan Kementerian ESDM menyerahkan masalah diskon tarif listrik tersebut pada kementerian yang lebih berhak. Menurutnya, sejak awal memang Kementerian ESDM tidak dilibatkan dalam perumusan insentif ini.
"Inisiatif kebijakan serta pembatalan ini berada di luar kewenangan kami, atau ada di lembaga lain, kami sangat menghormati keptusan tersebut," tutur Dwi dilansir dari rilis videonya, Selasa (3/6/2025).
Namun, meski tidak terlibat dalam skema pemberian subsidi, dia memastikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia selalu siap jika dilibatkan. "Menteri ESDM selalu siap, ketika diminta memberikan masukan terkait pembuatan kebijakan yang berdampak pada masyarakat luas. Termasuk, subsidi dan kompensasi listrik," tambahnya.
Seperti diketahui, diskon tarif listrik yang sedianya diberikan pada pelanggan listrik 1.300 VA ke bawah batal diberikan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut proses penganggaran stimulus tersebut akan memakan waktu. Dia pun mengklaim target pelaksanaan pada Juni dan Juli tidak akan terkejar.
Sri Mulyani pun mengalokasikan dana tersebut sebagai bantuan subsidi upah (BSU), bagi mereka yang memiliki gaji di bawah Rp 3,5 juta per bulan. Nantinya, selain BSU akan ada empat subsidi yang diberikan sebagai stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, dinamika geopolitik dan geoekonomi global menjadi alasan, pemerintah menyalurkan berbagai bentuk insentif. Insentif ini diberikan agar daya beli dan kestabilan ekonomi nasional tetap terjaga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




