Kadin Ungkap Jurus Atasi Penurunan PMI Manufaktur
Rabu, 4 September 2024 | 18:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Purchasing manager index (PMI) manufaktur Indonesia terus tergerus selama dua periode beruntun, yakni Juli dan Agustus 2024. Bahkan, PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan aktivitas pabrik di dalam negeri sudah tidak berada di zona ekspansif, sehingga menjadi alarm darurat bagi Tanah Air.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bobby Gafur Umar menilai, salah satu cara mendongkrak kinerja industri domestik adalah dengan menyeleksi dan memperketat regulasi terkait dengan impor barang murah dari luar negeri, terutama dari China.
“Negara lain berani kok. Indonesia itu termasuk negara yang paling sedikit menggunakan peraturan untuk melindungi industrinya atau market-nya. Jadi itu yang saya pikir pemerintah mesti berani,” beber Bobby Gafur Umar dalam Investor Daily Talk IDTV, Selasa (3/9/2024).
Utamanya lanjut Bobby, terkait dengan produk yang juga dihasilkan oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal, seperti tekstil dan produk tekstil (TPT).
Produk-produk impor murah dari luar negeri ini sudah membanjiri pasar, sehingga memperkecil ruang bagi industri dalam negeri. Kemudian juga mainan anak-anak, obat-obatan tradisional yang bisa diproduksi UMKM, kosmetik dan alas kaki.
“Karena itu dampaknya sangat besar. Ya kalau kita pergi ke Bandung dulu ada Cibaduyut dan Cihampelas. Sekarang isinya itu sudah barang China semua, dan ini harus kita pertahankan untuk tetap disuplai oleh produk dalam negeri,” jelas dia.
Bobby menyebut pemerintah juga perlu mendorong belanja negara dan APBD secara maksimal selama empat bulan ke depan. Khususnya untuk menyerap produk-produk yang diproduksi di dalam negeri, bukan produk yang diimpor dari luar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




