ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Istana Bantah Presiden Jokowi Ikut Cawe-cawe Kisruh Internal Kadin Indonesia

Senin, 16 September 2024 | 14:04 WIB
MH
AD
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: AD
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (tiga kanan) bersama jajaran pengurus pusat dan daerah berfoto bersama usai menyampaikan keterangan pers terkait Munaslub di Jakarta, Minggu 15 September 2024.
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (tiga kanan) bersama jajaran pengurus pusat dan daerah berfoto bersama usai menyampaikan keterangan pers terkait Munaslub di Jakarta, Minggu 15 September 2024. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membantah, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut campur terkait kisruh yang terjadi akibat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2024 yang digelar di St Regis, Jakarta Selatan pada Sabtu (14/9/2024).

"Tidak ada cawe-cawe dari Presiden Jokowi. Itu urusan internal Kadin," tegas Ari melalui pesan singkat, Senin (16/9/2024).

Ari menjelaskan, Jokowi menghormati internal Kadin sebagai lembaga independen.

ADVERTISEMENT

"Presiden sangat menghormati Kadin sebagai lembaga independen yg memiliki mekanisme internal sesuai AD/ART Kadin," kata Ari.

Ia pun menegaskan, istana masih menantikan surat terkait keputusan penunjukan ketua umum Kadin Indonesia yang baru, dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Proses awal di pemerintahan ada di Kementerian Hukum dan HAM. Istana atau Kemensetneg belum menerima surat dari Kemenkumham," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas juga menegaskan pemerintah tidak ikut campur terkait konflik yang terjadi di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

"Kalau kami di pemerintah ya, ini kan urusan internal Kadin sebenarnya," ucapnya di Jakarta, Minggu (15/9/2024).

Pemerintah, menurut Supratman, secara prinsip mengikuti apa yang sudah ditetapkan dalam aturan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Kadin.

"Intinya, pemerintah ikut dengan aturan, dan ini menjadi kehendak bagi seluruh mayoritas pengurus Kadin daerah, provinsi, dan pemerintah. Kami akan ikut dengan keputusan yang dihasilkan oleh teman-teman di Kadin," paparnya.

Supratman menyatakan, penetapan resmi Anindya Bakrie sebagai ketua umum Kadin masih menunggu diterbitkannya surat keputusan presiden (keppres).

"Aturannya seperti itu, tetapi nanti kan semua keputusan presiden, pasti nanti akan melewati proses harmonisasi di kementerian," bebernya.

Seperti diketahui, Anindya Bakrie menjadi ketua umum Kadin melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang berlangsung di Hotel St Regis Jakarta, Sabtu (14/9/2024). Padahal, saat ini Arsjad Rasjid masih menjadi ketua umum Kadin yang menjabat hingga 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penyebab Utama Bisnis Keluarga Jarang Berhasil, Kadin Beri Solusi

Penyebab Utama Bisnis Keluarga Jarang Berhasil, Kadin Beri Solusi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon