Mayoritas Wall Street Melemah Tertekan Saham Otomotif dan Energi
Kamis, 26 September 2024 | 05:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bursa perdagangan Amerika Serikat (AS) Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Rabu (25/9/2024). Hal ini juga menandai berhentinya reli penguatan dua indeks, yakni S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average dalam beberapa hari terakhir. Reli tersebut bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).
Melansir CNBC International, Kamis (26/9/2024), S&P 500 melemah 0,19% dan ditutup pada level 5.722,26. Kemudian Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 0,70% menjadi 41.914,74.
Pada perdagangan sebelumnya, kedua indeks itu mencetak rekor intraday tinggi, dengan Dow Jones reli selama empat hari berturut-turut, dan S&P 500 reli selama dua hari berturut-turut.
Sementara, Nasdaq Composite menguat 7.691 poin atau 0,04% dan ditutup di level 18.082.
Saham otomotif menjadi biang kerok karena alami penurunan terbanyak, seperti General Motors dan Ford. Kedua saham otomotif itu turun lebih dari 4%, setelah sebelumnya juga mengalami penurunan peringkat dari Morgan Stanley.
Penurunan Dow Jones terjadi imbas saham Amgen yang turun mencapai 5,5%. Sedangkan untuk saham sektoral di S&P 500, sembilan dari 11 saham berakhir di zona merah. Sektor energi turun terbanyak lebih dari 2% setelah harga minyak mentah AS turun. Kemudian saham Chevron juga melemah lebih dari 2%.
Namun, saham teknologi menguat, setelah Hewlett Packard Enterprise menguat lebih dari 5%. Hal ini terjadi setelah perusahaan itu mendapat kenaikan peringkat dari Barclays imbas melihat permintaan kuat pusat data berbasis AI.
Sementara, saham cip Nvidia naik 2,2% dan mendorong kapitalisasi raksasa teknologi itu melampaui angka US$ 3 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




