ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kades Unggulan Berguru ke China Belajar Pengelolaan Desa Modern

Senin, 7 Oktober 2024 | 17:46 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi desa.
Ilustrasi desa. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyampaikan,  sebanyak 13 kepala desa (kades) dari berbagai wilayah di Indonesia dikirim ke China untuk menimba ilmu dan menyerap pengalaman. Langkah ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepala desa dalam rangka pembangunan pedesaan berkelanjutan.

“Kami ingin membentuk citra kepala desa agar berani keluar, melihat contoh nyata pembangunan infrastruktur, pertanian, serta sektor-sektor lain di China, yang nantinya bisa diterapkan di desa mereka,” ujar Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Paiman Raharjo dalam diskusi bertema "Satu Dekade Membangun Indonesia hingga Pelosok" di Jakarta, Senin (7/10/2024).

Menurutnya, selain untuk menggenjot SDM, program ini juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat pemerintahan desa. Pengiriman kepala desa ke China diharapkan mampu membuka wawasan baru serta menambah pengetahuan tentang pengelolaan desa yang lebih maju dan modern.

ADVERTISEMENT

Paiman menyebut, pemilihan kepala desa yang dikirim ke desa ini dilakukan berdasarkan prestasi, potensi, dan kontribusi mereka di daerah masing-masing.

Selama 3 minggu di China pada 8-29 September 2024, para kepala desa mempelajari cara-cara pemerintah China dalam membangun infrastruktur desa, mengembangkan sektor pertanian, serta mengelola badan usaha milik desa (Bumdes).

Lebih lanjut, Paiman menyebut, dana desa yang telah disalurkan sejak 2015 sebesar Rp 609,6 triliun kepada 75.265 desa.

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo dana desa rata-rata mencapai Rp 289 juta per desa dan meningkat menjadi Rp 1,2 miliar pada 2024​.

Status desa sangat tertinggal pada 2015 mencapai 13.453 desa, berkurang pada 2024 menjadi 4.363 desa. Begitu juga dengan desa tertinggal jumlahnya menurun dari 33.592 menjadi 6.100 desa.

Sementara jumlah desa maju dalam 10 tahun terakhir bertambah dari 3.608 desa menjadi 23.063 desa, serta jumlah desa mandiri melonjak dari 174 desa menjadi 17.023 desa.

Dalam kesempatan yang sama, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah menyebut  Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah yang merasakan manfaat besar dari program dana desa. Dari 378 desa di Kabupaten Malang, sebanyak 302 desa kini menyandang status desa mandiri​.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aplikasi Pengawas Dana Desa dan MBG Segera Diluncurkan!

Aplikasi Pengawas Dana Desa dan MBG Segera Diluncurkan!

NASIONAL
Isu Politik-Hukum Terkini: Jangan Kriminalisasi Kepala Desa!

Isu Politik-Hukum Terkini: Jangan Kriminalisasi Kepala Desa!

NASIONAL
Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa di Lamongan Nyaris Diamuk Massa

Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa di Lamongan Nyaris Diamuk Massa

JAWA TIMUR
Amsal Sitepu Sebut Jasanya Sudah Murah, Ungkap 2 Desa Tak Bayar

Amsal Sitepu Sebut Jasanya Sudah Murah, Ungkap 2 Desa Tak Bayar

NASIONAL
Pentingnya Peran Koperasi di Tengah Gelombang PHK Massal

Pentingnya Peran Koperasi di Tengah Gelombang PHK Massal

EKONOMI
Dana Desa 58 Persen untuk Kopdes Merah Putih, DPR Soroti Risiko APBN

Dana Desa 58 Persen untuk Kopdes Merah Putih, DPR Soroti Risiko APBN

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon