ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Anjlok Imbas Harga Minyak Meroket dan Imbal Hasil Obligasi AS Menguat

Selasa, 8 Oktober 2024 | 05:33 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (AFP)

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa perdagangan Amerika Serikat (AS), Wall Street anjlok pada perdagangan bursa, Senin (7/10/2024). Hal ini disebabkan karena harga minyak yang meroket lebih dari 3% akibat konflik Timur Tengah dan imbal hasil obligasi AS yang menguat.

Melansir CNBC International, Selasa (8/10/2024),  Dow Jones Industrial Average merosot 398,51 poin atau 0,94% mencapai level 41.954,24. Sedangkan S&P 500 turun 0,96% mencapai level 5.695,94 dan Nasdaq Composite anjlok 1,18% dan ditutup pada level 17.923,90.

Imbal hasil obligasi AS dengan tenor 10 tahun menguat lebih dari 4 basis poin menjadi 4,02% dan menjadi kenaikan pertama sejak Agustus dengan melewati angka 4%. Harga minyak juga membuat Wall Street melemah, karena konflik Timur Tengah yang meluas.

ADVERTISEMENT

Penurunan Wall Street terjadi setelah sebelumnya mencatat kenaikan tipis dalam sepekan. Sepekan kemarin, S&P 500 menguat 0,2%, Nasdaq Composite naik tipis 0,1%, dan Dow Jones juga menguat 0,1%.

Chief Market Strategist di B Riley Wealth Art Hogan mengatakan, pasar baru saja melewati minggu yang baik karena terselamatkan oleh data laporan pekerjaan pada Jumat (4/10/2024).

"Wall Street melemah karena ada dua hal yang diperhatikan investor, yakni harga minyak yang naik dan juga imbal hasil obligasi AS yang juga menguat," paparnya.

Hogan menambahkan, dua sentimen tersebut membuat investor bingung dan bertanya-tanya. Apakah pasar akan terus memburuk sebelum membaik.

“Hal ini jelas menjadi alasan untuk berhati-hati, terutama menjelang musim laporan keuangan," ucap dia.

Saham energi, yang naik sekitar 0,4%, berhasil menjadi satu-satunya sektor di S&P 500 yang berhasil menutup perdagangan di zona hijau. Sementara itu, sektor utilitas dan konsumsi nonprimer menjadi yang paling lemah, karena kedua sektor itu turun sekitar 2%.

Pekan ini, investor akan fokus pada risalah pertemuan The Fed yang akan dirilis pada Rabu (9/10/2024) dan laporan indeks harga konsumen (CPI) pada Kamis (10/10/2024).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon