ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Google Sebut Ekonomi Digital Indonesia Capai US$ 90 Miliar pada 2024

Kamis, 14 November 2024 | 07:08 WIB
AC
AD
Penulis: Agnes Valentina Christa | Editor: AD
Ilustrasi ekonomi digital
Ilustrasi ekonomi digital (Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com - Google Indonesia bersama Temasek dan Bain & Company menyebut ekonomi digital Indonesia mencapai gross merchandise value (GMV) sebesar US$ 90 miliar atau Rp 1.422 triliun pada 2024. Angka ini disebut naik 13% jika dibandingkan dengan 2023.

Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan,  pada laporan tahun kesembilan ini menggunakan metodologi penelitian yang kuat dan multifaceted. Pada laporan ini mencangkup enam sektor utama dalam bidang ekonomi digital Indonesia.

Pertama adalah e-commerce, yang kedua adalah pengantaran atau pengiriman makanan, ketiga adalah transportasi, Keempat online travel, kelima online media, dan keenam layanan keuangan digital. Dari enam sektor ini, e-commerce tetap menjadi penggerak utama perekonomian digital Indonesia,” ungkap Veronica pada paparannya di kantor Google Indonesia, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

ADVERTISEMENT

Hal ini yang menjadikan perekonomian digital Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Bahkan negara lainnya juga turut mengalami kenaikan double digit pada perekonomian digitalnya.

“Semuanya tumbuh di atas 10% dibandingkan tahun yang lalu. Bahkan ada beberapa negara yang tumbuh di atas 20%. Untuk Indonesia, kita terus melihat pertumbuhan yang kuat, yakni 13% dari tahun ke tahun dibandingkan tahun lalu, Indonesia tetap menjadi negara dengan perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara,” paparnya.

“Diperkirakan tahun ini akan berakhir di sekitar US$ 90 miliar . Jadi masih kuat dan masih bertumbuh 13% meskipun ukurannya sudah sangat besar,” terangnya lagi.

Veronica menambahkan, penyebab kenaikan ekonomi digital Indonesia sebanyak 3 kali lipat ini merupakan hasil kerja sama gotong royong dari berbagai macam pihak di ekosistem untuk menyelesaikan masalah-masalah besar yang ada.

Pertama adalah soal akses internet yang semakin menjangkau. Kedua adalah masalah keterampilan, kemampuan sumber daya manusia Indonesia untuk bisa berkompetisi menggunakan internet dengan baik. Ketiga adalah kepercayaan atau digital trust, isu pendanaan dan juga monetisasi,” jelasnya.

Oleh karenanya, dia mengaku optimistis bahwa pertumbuhan yang terjadi saat ini akan terus berlangsung untuk ke depannya.

“Kita akan melihat pertumbuhan di masa mendatang yang terus semakin besar. Kenapa? Ada dua alasan,” imbuhnya.

Alasan pertama karena adanya fondasi ekonomi yang semakin kuat. Kedua adalah pemenuhan potensi penuh AI untuk bisa memungkinkan pertumbuhan yang lebih inklusif lagi di masa depan. Hal itu mendorong ekonomi digital Indonesia tumbuh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Batas Potongan 8 Persen Dinilai Ancam Ekosistem Mobilitas Digital

Batas Potongan 8 Persen Dinilai Ancam Ekosistem Mobilitas Digital

EKONOMI
Shutdown Internet di Iran Lumpuhkan Ekonomi, Jutaan Pekerjaan Terancam

Shutdown Internet di Iran Lumpuhkan Ekonomi, Jutaan Pekerjaan Terancam

EKONOMI
Ekonomi Digital Jadi Jurus Kemenkeu Genjot Target Pajak Rp 2.357 T

Ekonomi Digital Jadi Jurus Kemenkeu Genjot Target Pajak Rp 2.357 T

EKONOMI
BI Resmikan QRIS Indonesia-China, Transaksi Digital Kini Makin Mudah

BI Resmikan QRIS Indonesia-China, Transaksi Digital Kini Makin Mudah

EKONOMI
Adopsi AI Diproyeksi Dongkrak PDB Indonesia hingga 3,67 Persen

Adopsi AI Diproyeksi Dongkrak PDB Indonesia hingga 3,67 Persen

EKONOMI
B-Universe Tembus Mojokerto, Ekonomi Digital Jadi Sorotan

B-Universe Tembus Mojokerto, Ekonomi Digital Jadi Sorotan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon