ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengusaha Ritel Sebut Masyarakat Beli Barang yang Paling Murah Tanpa Lihat Merek

Minggu, 17 November 2024 | 17:34 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Masyarakat saat berbelanja di sebuah supermarket.
Masyarakat saat berbelanja di sebuah supermarket. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusaha ritel mengungkap kondisi orientasi masyarakat saat ini dalam membeli barang. Sebagian besar mereka ternyata membeli barang dengan harga yang paling murah tanpa melihat merek.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan, apabila ada satu produk yang ingin dibeli, maka masyarakat akan memilih yang paling murah.

"Mereka akan mencari dan membandingkannya dengan produk lain dan sudah tidak lagi melihat merek. Ini berdasarkan hasil kajian kami sebagai pengusaha bidang ritel," ucap Solihin dikutip dari Antara, Minggu (17/11/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut Solihin, saat ini setiap ritel perlu menyediakan beragam pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar tetap menarik minat pembeli.

Hal ini penting karena konsumen memiliki kendali besar terhadap kelangsungan sebuah ritel. Jika mereka merasa produk yang ditawarkan tidak memenuhi kebutuhan atau keinginan, konsumen dapat dengan mudah beralih ke ritel lain atau memilih berbelanja secara daring.

"Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus mempertahankan keberadaan ritel melalui berbagai inovasi yang didasarkan pada hasil kajian dan analisis di lapangan. Dengan begitu, ritel dapat terus berkembang," ujar Solihin.

Sebagai ketua umum Aprindo periode 2024-2028, Solihin juga berencana mendorong ritel untuk mengadopsi sistem e-commerce guna mengikuti perkembangan zaman.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mendukung UMKM melalui kolaborasi, seperti menyediakan ruang bagi produk mereka. Namun, produk yang ditawarkan oleh UMKM juga perlu memiliki daya tarik untuk meningkatkan kunjungan konsumen ke ritel.

"Oleh karena itu, pengusaha ritel saat ini disarankan untuk menyediakan produk kebutuhan pokok, seperti bahan pangan, yang dibutuhkan setiap hari. Berbeda dengan produk, seperti kendaraan atau furnitur, yang tidak dibeli setiap hari," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha Ritel Minta Impor Dipermudah

EKONOMI
Banyak Kericuhan, Mendag Minta Masyarakat Tak Panic Buying

Banyak Kericuhan, Mendag Minta Masyarakat Tak Panic Buying

EKONOMI
Pengusaha Ritel: Mal Bagus Daya Beli Rendah Sebabkan Fenomena Rojali

Pengusaha Ritel: Mal Bagus Daya Beli Rendah Sebabkan Fenomena Rojali

EKONOMI
Tarif 0 Persen dari Amerika Boleh, kalau China Jangan

Tarif 0 Persen dari Amerika Boleh, kalau China Jangan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon