Inflasi Masih Tinggi, Suku Bunga The Fed Akan Dipangkas Lebih Sedikit pada 2025
Kamis, 19 Desember 2024 | 05:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase atau 25 basis poin (bps) pada Rabu (18/12/2024). Hal ini menandai pemangkasan ketiga tahun ini. Namun, proyeksi terbaru menunjukkan bahwa The Fed akan lebih lambat dalam menurunkan suku bunga pada 2025, terutama karena inflasi yang masih tinggi.
Dilansir dari AP, dalam proyeksi terbaru, ke-19 pembuat kebijakan The Fed memperkirakan hanya dua kali pemangkasan suku bunga pada 2025, turun dari perkiraan empat kali pemangkasan pada September lalu.
Hal ini memengaruhi ekspektasi suku bunga yang lebih rendah untuk hipotek, pinjaman mobil, kartu kredit, dan pinjaman lainnya pada tahun depan.
Ketidakpastian terkait arah kebijakan ini mengguncang Wall Street. Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 1.100 poin (2,5%), sementara Nasdaq Composite turun tajam sebesar 3,5%, menjadikan hari Rabu sebagai hari terburuk pasar saham dalam empat bulan terakhir.
Ketua The Fed Jerome Powell menjelaskan, keputusan untuk memperlambat pemangkasan suku bunga dipengaruhi oleh inflasi yang masih tinggi dan suku bunga acuan yang mendekati level "netral", yaitu level ketika suku bunga tidak memacu atau menghambat ekonomi.
"Saat ini, inflasi inti tahunan berada di 2,8% (Oktober), masih di atas target kami sebesar 2%," ujar Powell. Ia menambahkan, "kita lebih dekat ke level netral, yang membuat kami perlu lebih berhati-hati".
Powell juga mengakui adanya perdebatan internal di antara pembuat kebijakan. Bahkan, empat pejabat The Fed menolak keputusan untuk memangkas suku bunga pada Rabu, termasuk Beth Hammack dari Federal Reserve Cleveland.
Powell menyoroti ketidakpastian ekonomi, terutama akibat kebijakan Presiden terpilih Donald Trump. Trump telah mengusulkan pemotongan pajak dan deregulasi yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berpotensi memperburuk inflasi dengan ancaman tarif impor dan deportasi massal migran.
“Kami sedang mencoba memahami bagaimana tarif dan kebijakan lainnya akan memengaruhi inflasi dan perekonomian,” ujar Powell.
Pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini merupakan pembalikan kebijakan setelah lebih dari dua tahun suku bunga tinggi berhasil menekan inflasi, tetapi membebani konsumen. Kini, tantangan utama adalah mencapai "pendaratan lunak", di mana inflasi terkendali tanpa memicu resesi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




