ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anggaran Dipangkas Rp 3,66 Triliun, Menteri Maruarar Sirait Sebut Program 3 Juta Rumah Tetap Berjalan

Jumat, 7 Februari 2025 | 18:20 WIB
EM
JS
Penulis: Erfan Maruf | Editor: JJS
Ilustrasi rumah subsidi.
Ilustrasi rumah subsidi. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tetap optimistis dengan program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto meski anggaran dipangkas Rp 3,66 triliun pada tahun anggaran 2025.

Maruarar Sirait menyampaikan, program tiga juta rumah tidak hanya sebatas membangun rumah, tetapi juga merenovasi rumah masyarakat di desa, kota, dan pesisir. Untuk itu, pihaknya berupaya untuk kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersih guna mewujudkan program tersebut.

“Saya optimistis, saya tambah semangat. Jadi menurut saya kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersih, tidak korupsi, dan efisien, dan berdoa tentunya,” kata Menteri Maurarar Sirait kepada awak media di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025).

ADVERTISEMENT

Maruarar Sirait harus memutar otak untuk melakukan agenda yang kreaktif dan terstruktur untuk mencapai agenda besar tiga juta rumah tersebut. Pihaknya akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menekan anggaran tersebut.

Dia menyebut selama 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto 20 Oktober-5 Februari 2025 mengklaim telah merealisasikan KPR Subsidi oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebanyak 93.484 unit rumah.  

“Datanya dari Tapera, sudah 93.000 (unit rumah) dari 20 Oktober 2024 - 5 Februari 2025,” katanya.

Maruarar Sirait menyampaikan, dari total 93 ribu unit rumah tersebut, total KPR subsidi yang telah terealisasi itu terdiri atas realisasi KPR FLPP sebanyak 37.955 unit dan realisasi akad dari BP Tapera khusus ASN sebanyak 1.384 unit.

Kemudian, sebanyak 32.130 unit dalam proses persetujuan akad kredit, 11.783 unit rumah ready stock atau selesai dibangun tetapi belum akad, dan 10.232 unit dalam proses pembangunan atau konstruksi.

Sejumlah Bank tercatat menjadi penyalur KPR FLPP. Diantaranya, BTN sebanyak 23.306 unit, BTN Syariah 5.100 unit, BNI 2.172 unit, BRI 1.935 unit, dan bank-bank lainnya sebanyak 10.088 unit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Bakal Bangun Kota Baru, Begini Konsepnya

Prabowo Bakal Bangun Kota Baru, Begini Konsepnya

NASIONAL
Dukung Program 3 Juta Rumah, OJK Longgarkan SLIK

Dukung Program 3 Juta Rumah, OJK Longgarkan SLIK

EKONOMI
Kementrian PKP dan OJK Siap Bentuk Satgas untuk Percepatan Rumah Rakyat

Kementrian PKP dan OJK Siap Bentuk Satgas untuk Percepatan Rumah Rakyat

MULTIMEDIA
Kementerian PKP dan KAI Gandeng Astra Bangun 1.000 Rusun di Lahan KAI

Kementerian PKP dan KAI Gandeng Astra Bangun 1.000 Rusun di Lahan KAI

EKONOMI
Hashim Ungkap Pernah Ditawari Jatah 1.000 Apartemen oleh Pengusaha

Hashim Ungkap Pernah Ditawari Jatah 1.000 Apartemen oleh Pengusaha

NASIONAL
Program 3 Juta Rumah Tekan TBC dan Stunting di RI

Program 3 Juta Rumah Tekan TBC dan Stunting di RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon