ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pastikan Tak Sedot Dana Nasabah, Danantara Akan Maksimalkan Investasi dari Dividen BUMN

Sabtu, 1 Maret 2025 | 07:50 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (tengah), selaku moderator memandu jalannya diskusi dengan narasumber Chief Operation Officer Danantara Dony Oskaria (kiri), dan Chief Invesment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir (kanan), dalam BNI Investor Daily Round Table dengan tema “Danantara, Superholding Nusantara” di Hotel Ritz Charlton Pasifiic Place, Jakarta, Kamis 27 Februari 2025. Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao.
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (tengah), selaku moderator memandu jalannya diskusi dengan narasumber Chief Operation Officer Danantara Dony Oskaria (kiri), dan Chief Invesment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir (kanan), dalam BNI Investor Daily Round Table dengan tema “Danantara, Superholding Nusantara” di Hotel Ritz Charlton Pasifiic Place, Jakarta, Kamis 27 Februari 2025. Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan, pengelolaan keuangan perusahaan-perusahaan pelat merah akan dilakukan secara hati-hati dan sesuai good corporate governance (GCG). Hal ini ditegaskan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria pada acara BNI Investor Daily Round Table di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Diketahui, terdapat kekhawatiran dari masyarakat terkait Danantara, dengan jagad sosial media yang sempat ramai seruan untuk menarik uang mereka yang berada di perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Seruan ini muncul saat Presiden Prabowo Subianto jelang peluncuran Badan Pengelola Investasi pada Senin (24/2/2025) lalu.

ADVERTISEMENT

Hal ini lantaran, Danantara mengelola aset yang jumlahnya miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dari perusahaan-perusahaan pelat merah, termasuk perbankan. Sejumlah kalangan khawatir terjadi penyalahgunaan dan potensi kegagalan investasi.

Dony mengungkapkan, terdapat dua pilar utama terkait keberadaan Danantara. Pertama, yakni sebagai agen pembangunan dan melaksanakan kegiatan investasi, yang ujungnya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Di beberapa negara BUMN memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini satu pilar di dalam Danantara. Pilar keduanya adalah investment," ungkap Dony.

Namun, lanjut Dony, saat ini masyarakat hanya memberikan sorotan Danantara sebagai lembaga pengelola investasi pemerintah dan khawatir sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, seperti potensi kegagalan investasi Danantara. Hal ini dikhawatirkan berdampak terhadap uang nasabah yang berada di perusahaan BUMN terpakai.

Dony menjelaskan, investasi yang akan dikelola oleh Danantara, yakni dana yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN, dalam bentuk dividen. Nantinya dividen tersebut akan dikelola untuk membangun ekonomi berkelanjutan, hingga mendukung ekspansi strategis nasional.

Adapun yang bertugas mengelola investasi Danantara adalah Pandu Sjahrir yang menjabat sebagai chief investment officer (CIO).

"Tidak ada pencampuran, jadi tidak ada kekhawatiran masyarakat bahwa ini nanti uangnya atau uang nasabah yang akan diinvestasikan. Ini keliru sama sekali," papar Dony.

"Jadi yang masuk ke investment itu adalah dividen daripada pengelolaan BUMN dan dividen ini dapat menjadi repayment capacity bagi company ini," pungkasnya dalam menjelaskan terkait langkah investasi Danantara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon