Juni 2015, Indeks Keyakinan Konsumen Turun 1,5 Poin
Kamis, 2 Juli 2015 | 23:11 WIB
Jakarta - Survei tingkat keyakinan konsumen dari Bank Indonesia (BI) mencatatkan, adanya pelemahan keyakinan konsumen pada Juni 2015. Hal ini tergambar dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat mencapai 111,3 atau turun 1,5 poin dari bulan sebelumnya 112,8.
Penurunan indeks keyakinan disebabkan oleh penurunan pada kedua kelompok komponen pembentuk, yakni kondisi ekonomi saat ini dan ekpektasi konsumen yang masing-masing menurun sebesar 2,3 poin dan 0,5 poin dari bulan sebelumnya.
Data survei konsumen yang dirilis BI, Kamis (2/7) menunjukkan, konsumen memandang kondisi ekonomi Juni 2015 melemah sebesar 100,3 atau turun 2,3 poin dari 102,6 pada bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi disebabkan oleh penurunan indeks waktu pembelian barang tahan lama dan ketersediaan lapangan kerja.
Walaupun memasuki bulan Puasa, konsumen pun masih menahan konsumsi barang elektronik, kendaraan, dan peralatan rumah tangga pada Juni 2015. Selain itu, pelambatan pertumbuhan ekonomi pun dinilai berdampak pada penyerapan tenaga kerja baru yang juga menyebabkan persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja semakin menurun.
Sementara itu, kenaikan harga diperkirakan akan mencapai puncak pada Juli 2015, kemudian melambat pada Agustus 2015 dan berlanjut pada September. Hal ini tergambar dalam indeks ekspektasi harga (IEH) 3 bulan mendatang yang menurun 11,9 poin menjadi 162,0.
Survei menunjukkan, penurunan tekanan kenaikan harga diproyeksikan akan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas dengan penurunan indeks terbesar terjadi pada kelompok bahan makanna dan sandang.
Lebih lanjut, tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang (Desember 2015) diperkirakan sedikit meningkat. IHE 6 bulan mendatang tercatat sebesar 172,9 atau meningkatr 1,6 poin dari bulan sebelumnya.
Kekhawatiran responden terhadap penurunan subsidi pemerintah di bidang energi, mislanya tarif listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan elpiji, serta adanya pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama meningkatnya tekanan kenaikan harga pada enam bulan mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




