ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SPBU Wajib Jaga Takaran dan Layanan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Minggu, 19 April 2026 | 12:54 WIB
BB
AD
Penulis: Basudiwa Supraja Sangga B | Editor: AD
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. (Antara Foto/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Konsumen yang membayar harga keekonomian dinilai berhak mendapatkan pelayanan yang optimal.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengatakan, PT Pertamina (Persero) perlu memastikan standar pelayanan minimal (SPM) di seluruh SPBU tetap terjaga, termasuk aspek kenyamanan fasilitas bagi konsumen.

“Satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana menjaga standar pelayanan minimal di SPBU, termasuk urusan domestik konsumen,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menekankan, fasilitas seperti kebersihan toilet dan musala tidak boleh diabaikan. Pelayanan yang baik menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggan, terutama di tengah kenaikan harga BBM saat ini.

Selain itu, Tulus juga meminta Pertamina memberikan arahan tegas kepada sekitar 8.000 mitra SPBU di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan. Menurutnya, selain fasilitas, aspek paling krusial bagi konsumen adalah jaminan ketepatan takaran BBM.

Ia menyoroti masih adanya kekhawatiran masyarakat terkait akurasi takaran bahan bakar, yang perlu direspons dengan pengawasan ketat.

“Pertamina harus memastikan hal itu tidak terjadi dengan melakukan pengawasan ketat terhadap mitra-mitra SPBU-nya di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Tulus menambahkan, kepastian takaran merupakan hak dasar konsumen yang tidak boleh dikompromikan. Meski pengawasan terhadap ribuan SPBU menjadi tantangan tersendiri, hal tersebut merupakan konsekuensi dalam menjaga kepercayaan publik.

Pengawasan juga diharapkan dilakukan secara rutin dan transparan agar masyarakat merasa aman saat bertransaksi. Di sisi lain, kualitas produk harus sejalan dengan integritas operasional di lapangan.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kecepatan pelayanan guna menghindari antrean panjang.

"Dengan pelayanan yang lebih baik, diharapkan masyarakat tetap merasa nyaman meskipun harus membayar harga BBM sesuai mekanisme pasar," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menkeu Era Soeharto: BBM Nonsubsidi Naik Wajar, Negara Lain Sudah Lama

Menkeu Era Soeharto: BBM Nonsubsidi Naik Wajar, Negara Lain Sudah Lama

EKONOMI
Harga BBM Naik Lagi, Pertamina Dex Kini Dijual Rp 27.900 Per Liter

Harga BBM Naik Lagi, Pertamina Dex Kini Dijual Rp 27.900 Per Liter

EKONOMI
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengamat Nilai Tak Akan Picu Inflasi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengamat Nilai Tak Akan Picu Inflasi

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, Pengamat: Ini Sesuai Mekanisme Pasar

BBM Nonsubsidi Naik, Pengamat: Ini Sesuai Mekanisme Pasar

EKONOMI
Bahlil Beri Kode Nasib Harga BBM Nonsubsidi, Bakal Naik?

Bahlil Beri Kode Nasib Harga BBM Nonsubsidi, Bakal Naik?

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon