Pertamina Investasi US$2,5 M Garap Potensi Panas Bumi
Minggu, 5 Juli 2015 | 13:38 WIB
Kamojang, Garut - PT Pertamina (Persero) terus menggenjot pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik panas bumi menjadi 1.026 megawatt (MW) hingga 2019, dengan investasi sekitar US$2,5 miliar. Hal ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan panas bumi nasional, yang saat ini masih berada di kisaran 5 persen dari total sumber daya yang dimiliki.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, saat peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Unit 5, yang berkapasitas 1 x 35 MW. Peresmian proyek tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang didampingi oleh jajaran enteri Kabinet Kerja.
Dwi mengatakan, Pertamina telah menempatkan pengembangan panas bumi dalam salah satu prioritas strategis. Pihaknya telah memiliki cetak biru pengembangan panas bumi hingga 2019.
"Pertamina berkomitmen mempercepat pemanfaatan panas bumi dan konsisten menjadi yang terdepan dalam melaksanakan pengembangan panas bumi di Indonesia. Bahkan, di saat investor lain pun tidak banyak tergerak karena berbagai hambatan yang dialami," kata Dwi di Kamojang, Minggu (5/7).
Dwi mengungkapkan, beberapa proyek pengembangan panas bumi meliputi PLTP Kamojang 5, dengan kapasitas 1x35 MW dan Karaha berkapasitas 1x30 MW di Jawa Barat. Kemudian PLTP Ulubelu unit 3 & 4, dengan kapasitas 2x55 MW di Lampung, PLTP Lumut Balai unit 1 dan 2 dengan kapasitas 2x55 MW di Sumatera Selatan, PLTP Lahendong unit 5 dan 6 berkapasitas 2x20 MW dan pembangkit skala kecil Lahendong 2x5 MW di Sulawesi Utara, Sibayak 1x5 MW di Sumatera Utara, Hululais 1 dan 2 berkapasitas 2x55 MW di Bengkulu, Sungai Penuh 1 dengan kapasitas 1x55 MW di Jambi.
"Keseluruhan proyek tersebut memiliki total kapasitas pembangkitan 505 MW. Saat ini, investasinya sekitar US$2,5 miliar," ujarnya
Lebih lanjut Dwi menuturkan, proyek-proyek tersebut akan mulai beroperasi komersial secara bertahap, mulai 2015 hingga 2019. Dengan tuntasnya proyek-proyek tersebut, Pertamina akan memiliki kapasitas sebesar 907 MW pada 2019, yang dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sekitar 43.000 barel setara minyak per hari.
Sebagai wujud komitmen Pertamina terhadap optimalisasi local content dan memperkuat sinergi di antara perusahaan milik negara, hampir seluruh proyek panas bumi yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dilaksanakan oleh PT Rekayasa Industri. Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 7.000 orang selama proyek berlangsung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




