Pemerintah Percepat Penyelesaian IEU-CEPA untuk Atasi Dampak Tarif AS
Kamis, 1 Mei 2025 | 11:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia tengah mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dengan target penyelesaian dalam waktu dekat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, momentum ini sangat tepat, mengingat kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Airlangga menjelaskan, kebijakan tarif AS yang dikenakan pada produk unggulan Indonesia, seperti sepatu dan alas kaki, berpotensi menghambat kinerja ekspor Indonesia ke pasar AS. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengoptimalkan pasar lain, salah satunya dengan menyelesaikan perundingan dengan Uni Eropa.
"Momentum sekarang ini menjadi sangat baik, karena Eropa sangat ingin Indonesia menyelesaikan CEPA," kata Airlangga dalam acara Investor Daily Round Table (IDRT) di The Westin Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Airlangga menambahkan, produk-produk Indonesia, terutama di sektor alas kaki, memiliki pasar besar di Eropa, sehingga penyelesaian IEU-CEPA akan memberikan keuntungan bagi Indonesia.
Namun, Airlangga juga menyoroti tantangan dalam negosiasi dengan Uni Eropa yang sering berubah-ubah (moving target). Meski demikian, ia optimistis kesepakatan ini dapat tercapai dalam waktu dekat berkat situasi yang mendukung saat ini. Apalagi Eropa juga membutuhkan mitra kerja seperti Indonesia.
Sebelumnya, Vietnam telah lebih dahulu menyepakati EU-Vietnam Free Trade Agreement, yang mengurangi tarif bea masuk untuk sebagian besar barang yang diperdagangkan antara kedua negara. Hal ini membuat Indonesia semakin termotivasi untuk segera menyelesaikan negosiasi dengan Uni Eropa.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu juga menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan IEU-CEPA akan tercapai pada tahun ini, mengingat faktor kebijakan tarif AS yang juga memengaruhi kebijakan Uni Eropa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




