Penerimaan Negara Diprediksi Merosot, DJP Diminta Gaspol Pajak
Sabtu, 3 Mei 2025 | 18:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Prediksi Bank Dunia mengenai turunnya rasio penerimaan negara Indonesia pada 2025 mendapat sorotan dari kalangan pengamat. Prediksi tersebut dinilai hal yang wajar. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diminta menggenjot sektor penerimaan negara.
Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono mengatakan, meski merupakan hal yang wajar, tetapi patut dijadikan alarm peringatan bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
"Paling tidak, DJP dapat menjadikan rilis Bank Dunia tersebut untuk lebih giat lagi mencari sumber penerimaan pajak yang sudah ada," kata Prianto saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (2/5/2025).
Fokus ke Sektor Unggulan dan Dorong Konsumsi
Prianto menyebut sektor pertambangan, industri pengolahan, dan jasa keuangan sebagai penyumbang penerimaan terbesar pada kuartal I 2025.
Ia menyarankan agar pemerintah, dalam hal ini DJP, menjaga momentum pertumbuhan dari sektor-sektor tersebut. Salah satunya dengan mendorong konsumsi dalam negeri.
DJP Didesak Maksimalkan Intensifikasi
Menurut Prianto, turunnya rasio penerimaan bisa menjadi tanda lemahnya optimalisasi pajak. Namun, ia percaya DJP masih memiliki waktu untuk meningkatkan kinerja selama delapan bulan ke depan.
"Intensifikasi terhadap wajib pajak berisiko ketidakpatuhan tinggi sangat penting. Bisa lewat penerbitan SP2DK untuk klarifikasi hingga pemeriksaan pajak," jelasnya.
BACA JUGA
Adik Presiden Prabowo Subianto Bocorkan Pemerintah Siap Bentuk Kementerian Penerimaan Negara
Target APBN 2025 Harus Tetap Dikejar
Meski tantangan fiskal semakin kompleks, Prianto yakin strategi intensifikasi yang tepat dapat membantu DJP menjaga agar target penerimaan dalam UU APBN 2025 tetap tercapai.
Pemantauan terhadap sektor unggulan dan pendekatan berbasis data terhadap kepatuhan pajak menjadi kunci dalam menjaga stabilitas penerimaan negara dari DJP di tengah dinamika ekonomi global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




