PHK Ancam Industri Media, Adaptasi Digital Harus Cepat
Sabtu, 10 Mei 2025 | 14:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Center of Industry, Trade and Investment di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho menyoroti masifnya transformasi digital yang membuat televisi dan media cetak semakin ditinggalkan. Pada akhirnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri media tak terhindarkan.
Kini, platform daring yang mudah diakses melalui genggaman tangan menjadi pilihan utama masyarakat. Karenanya, menurut Andry media konvensional harus berani melakukan adaptasi untuk tetap bertahan di tengah arus digitalisasi yang cepat.
“Suka atau tidak suka, saat ini masyarakat lebih banyak mengakses berita melalui ponsel dibandingkan menonton TV,” ujar Andry kepada Beritasatu.com terkait maraknya PHK di industri media, Jumat (9/5/2025).
Meski demikian, Andry menekankan transformasi ke platform digital harus tetap memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik. Ia mengingatkan agar konten yang disajikan tidak kehilangan kedalaman hanya demi mengejar kecepatan dan kuantitas, seperti yang umum ditemui di media sosial dengan format video pendek yang sedang populer.
“Meskipun media konvensional harus masuk ke dalam platform online, diharapkan informasi yang ada di platform online tidak tereduksi sebegitu banyak,” tuturnya.
Andry juga menyoroti kondisi literasi masyarakat Indonesia yang dinilai semakin menurun. Menurutnya, rendahnya tingkat literasi membuat masyarakat lebih mudah terpapar informasi dangkal dan sensasional.
Oleh karena itu, Andry menekankan peran pemerintah sangat vital dalam menghadapi tantangan ini. Pemerintah perlu melakukan intervensi baik di sektor hulu maupun hilir. Tanpa dukungan nyata dari negara, industri media konvensional akan semakin sulit mempertahankan eksistensinya sekaligus menjaga integritas di tengah tekanan era digital.
“Pemerintah harus meningkatkan kualitas SDM kita dalam hal literasi, dan dari sisi hilir, pemerintah juga harus memberikan insentif untuk meningkatkan kualitas konten jurnalistik,” kata Andry menyoroti maraknya PHK di industri media.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




