ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kementerian UMKM Dorong Kemitraan Seimbang Aplikator dan Ojek Online

Rabu, 21 Mei 2025 | 21:55 WIB
EM
IC
Penulis: Erfan Maruf | Editor: CAH
Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen Kementerian UMKM untuk menciptakan ekosistem kemitraan yang kondusif antara pengemudi ojek online (ojol), aplikator, dan merchant UMKM. 

“Kementerian UMKM berkepentingan menjaga stabilitas dan kondusivitas industri transportasi online, termasuk hubungan antara aplikator dengan pengemudi ojek online serta merchant UMKM di dalamnya,” kata Maman setelah beraudiensi dengan manajemen Maxim di Jakarta, Rabu (22/5/2025).

Menteri Maman, menekankan pentingnya menjaga ekosistem digital UMKM, di mana pengusaha UMKM seperti penjual makanan, minuman, dan toko kelontong sangat bergantung pada layanan pengantaran dari ojek online.

ADVERTISEMENT

“Ekosistem digital kita jangan sampai terganggu hanya karena polemik tarif. Kami ingin agar semua pihak saling memahami, karena aplikator dan pengemudi ojek online saling membutuhkan. Tanpa salah satu di antara itu, roda ekonomi digital tak akan berputar,” katanya.

Maman menambahkan, fleksibilitas kemitraan ini menjadi solusi terbaik yang berpihak pada keberlangsungan usaha, kesejahteraan mitra pengemudi, dan pertumbuhan UMKM di ruang digital.

Menganggapi isu terkait demonstrasi transportasi online yang terjadi, salah satunya terkait tuntutan tarif potongan 10%, Menteri Maman mengajak semua pihak untuk tidak berpolemik.

“Tidak perlu berpolemik. Kalau ada yang kurang berkenan dengan skema tarif di satu aplikator, bisa beralih ke pilihan lain yang lebih sesuai, prinsipnya fleksibilitas untuk semua,” katanya.

Maman menekankan, tiap aplikator memiliki kebijakan tarif bagi hasil yang berbeda, dan fleksibilitas ini harus dijaga. Ia mencontohkan, mitra ojek online yang menginginkan potongan tarif 10% hingga 13% dapat memilih aplikasi seperti Maxim atau Indrive.

Lebih jauh, Maman menyampaikan Kementerian UMKM sedang mengusulkan pembentukan koperasi kemitraan bagi mitra ojek online di tiap aplikator. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi kolektif mitra ojek online, termasuk dalam pengadaan atribut kerja seperti jaket dan helm, serta layanan simpan pinjam atau usaha lainnya.

“Dari koperasi, Kementerian UMKM bisa mendorong semangat usaha dari anggota untuk anggota dan ini sejalan dengan gagasan Koperasi Merah Putih yang sedang pemerintah galakkan,” tutup Maman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

EKONOMI
Kontribusi UMKM dalam Belanja Negara Sudah Capai 44 Persen

Kontribusi UMKM dalam Belanja Negara Sudah Capai 44 Persen

EKONOMI
Kementerian UMKM Targetkan Permen Efisiensi Digital Rampung Mei

Kementerian UMKM Targetkan Permen Efisiensi Digital Rampung Mei

EKONOMI
UMKM Olahan Sabut Kelapa Asal Minahasa Tembus Ekspor China

UMKM Olahan Sabut Kelapa Asal Minahasa Tembus Ekspor China

EKONOMI
UMKM Harus Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas

UMKM Harus Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas

EKONOMI
Menteri Maman Ungkap UMKM Tahan Harga meski Biaya Plastik Melonjak

Menteri Maman Ungkap UMKM Tahan Harga meski Biaya Plastik Melonjak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon