ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Menguat Seusai Mei yang Cemerlang

Selasa, 3 Juni 2025 | 07:32 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi Wall Street
Ilustrasi Wall Street (AP Photo/Peter Morgan)

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks utama Wall Street menguat pada Senin (2/6/2025) setelah mencatat performa bulanan terbaik sejak 2023 pada Mei 2025. S&P 500 naik 0,4% menjadi 5.935,94 poin setelah sempat melemah di awal perdagangan. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 35,41 poin atau 0,1% menjadi 42.305,48, sedangkan Nasdaq melonjak 0,7% ke posisi 19.242,61.

Dilansir dari AP, kenaikan ini terjadi meski di awal perdagangan indeks sempat turun hampir 1% akibat data manufaktur Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan.

Presiden Donald Trump kembali mengingatkan bahwa rumah tangga dan pelaku usaha di AS kemungkinan akan menghadapi tekanan akibat kebijakan tarif yang ia dorong demi mengembalikan lapangan kerja manufaktur ke dalam negeri. Ketidakpastian seputar tarif tersebut telah mengganggu pasar dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

Namun, saham-saham berpengaruh seperti Nvidia dan Meta Platforms membantu mengangkat pasar. Saham Nvidia menguat 1,7% dan Meta melonjak 3,6%, meskipun lebih banyak saham di dalam indeks S&P 500 yang mengalami penurunan ketimbang kenaikan.

Pergerakan signifikan juga terjadi di pasar minyak. Harga minyak mentah naik lebih dari 3% setelah OPEC+ memutuskan untuk kembali meningkatkan produksi. Meski keputusan tersebut biasanya menekan harga karena suplai meningkat, para analis menilai pasar sudah mengantisipasi langkah ini.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan Ukraina ke wilayah Rusia pada akhir pekan lalu, menambah ketidakpastian terhadap aliran minyak dan gas global.

Pasar juga bereaksi terhadap meningkatnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Beberapa minggu setelah kedua negara sepakat menghentikan sebagian tarif, China mengkritik langkah-langkah AS yang dianggap merugikan kepentingannya, termasuk pembatasan ekspor chip AI dan larangan penjualan perangkat lunak desain cip ke China, serta rencana pencabutan visa pelajar China.

Harapan akan penurunan tarif melalui kesepakatan dagang menjadi salah satu pemicu reli besar Wall Street pada Mei lalu, yang membawa indeks S&P 500 hanya terpaut 3,8% dari rekor tertingginya. Sebelumnya, indeks ini sempat merosot hingga 20% pada April 2025.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon