ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Menghijau, Nasdaq Naik Kencang

Rabu, 4 Juni 2025 | 05:27 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Ilustrasi Wall Street
Ilustrasi Wall Street (AP Photo/Peter Morgan)

New York, Beritasatu.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) dan dolar AS kompak menguat. Hal ini terjadi karena investor merespons positif pembicaraan tarif AS yang sedang berlangsung. Selain itu, pelaku pasar juga menurunkan ekspektasinya terhadap ekonomi menjelang laporan ketenagakerjaan AS yang penting pada hari Jumat.

Tiga indeks utama di Wall Street kompak menguat signifikan. Dow Jones Industrial Average naik 214,16 poin atau 0,51%, menjadi 42.519,64, S&P 500 naik 34,43 poin atau 0,58% menjadi 5.970,37 dan Nasdaq Composite naik 156,34 poin atau 0,81%, menjadi 19.398,96.

Gedung Putih memastikan bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping minggu ini untuk membahas sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, harga emas turun dari level tertinggi hampir empat minggu karena greenback menguat.

"Tampaknya ada sedikit rasa nyaman bahwa ekonomi tidak akan mengalami resesi, dan mungkin ada sedikit tindakan yang tidak terduga di sini dalam artian kita memiliki laporan pekerjaan yang akan segera dirilis dan investor ingin berada di sisi yang benar sebelum dirilis," ungkap Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, dilansir dari Reuters.

Sementara pemerintahan Trump menekan mitra dagang AS untuk memberikan penawaran terbaik mereka pada hari Rabu, negosiasi yang berlarut-larut dan tenggat waktu yang terus berubah telah mendorong para ekonom untuk mengurangi ekspektasi ekonomi karena dampak dari perang dagang Trump.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan ekonomi global sedang menuju perlambatan yang lebih drastis daripada yang diperkirakan hanya beberapa bulan yang lalu. OECD mengutip perang dagang Trump, dan memperingatkan pertumbuhan yang lebih lemah karena proteksionisme meningkat, yang memicu inflasi dan mengganggu rantai pasokan.

Investor juga fokus pada laporan ketenagakerjaan Mei yang akan dirilis pada hari Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekonomi AS menambah 130.000 pekerjaan bulan lalu, dengan tingkat pengangguran tetap pada 4,2%. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon