Mentan Ungkap Dugaan Manipulasi Data Stok Beras di Cipinang
Rabu, 4 Juni 2025 | 14:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan manipulasi data stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) atau Food Station Tjipinang, Jakarta. Ia menyebut, dugaan manipulasi itu terjadi menjelang pengumuman data stok beras nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Amran menjelaskan, pihaknya menemukan kejanggalan dalam data distribusi beras di PIBC selama lima tahun terakhir. Salah satu indikasi ketidaknormalan terlihat dari perbedaan mencolok antara harga beras di tingkat petani dan penggilingan yang menurun, sementara harga eceran justru meningkat.
"Data dari Cipinang kita temukan ada yang tidak normal. Biasanya distribusi masuk dan keluar berkisar antara 1.000 hingga 3.500 ton per hari. Namun, ada satu hari dalam lima tahun, pengeluaran mencapai 11.000 ton, tepat saat BPS akan mengumumkan data," ungkap Amran di kediamannya, Kalibata, Rabu (4/6/2025).
Ia juga menyoroti laporan manipulasi data stok beras. Menurut Amran, sejumlah pihak mengadukan stok di Cipinang seolah menurun, padahal data aktual menunjukkan sebaliknya.
"Standarnya 30.000 ton, dan setelah dimanipulasi, sekarang tercatat 46.000 ton. Padahal harusnya 50.000 ton. Ini menyesatkan," katanya.
Kementerian Pertanian pun telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menyelidiki dugaan manipulasi data tersebut.
"Kita akan cek. Negara tidak boleh kalah dengan mafia. Itu prinsip," tegas Amran.
Sebelumnya, Amran juga sempat menyatakan dugaan keterlibatan mafia beras atas naiknya harga saat produksi sedang melimpah. Ia mengungkap adanya anomali data yang menyebabkan stok beras seolah menipis, memicu lonjakan harga di pasar.
Data BPS sebenarnya menunjukkan penurunan harga beras secara bulanan (month to month) dari Maret ke April 2025. Namun, Amran menduga ada pihak yang memainkan data stok, terutama di PIBC.
Dalam paparannya, stok awal beras di PIBC sejak 2020 relatif stabil pada angka 30 ribuan ton, dan meningkat menjadi 50 ribuan ton per Januari 2025 karena produksi yang melimpah. Biasanya, pengeluaran beras berkisar 2.000 hingga 3.000 ton per hari. Namun, pada 28 Mei 2025, tercatat pengeluaran melonjak drastis menjadi 11.410 ton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




