Ekspor Tahun Ini Diperkirakan Tak Secemerlang Tahun Lalu
Selasa, 31 Januari 2012 | 16:02 WIB
Sepanjang tahun lalu ekspor diperkirakan dapat mencapai US$ 205 miliar, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah yakni sebesar US$ 200 miliar
Meksipun kondisi perekonomian Indonesia dinilai sangat cukup baik dan tahan untuk menghadapi badai ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, namun ekspor tahun ini diperkirakan tak akan tumbuh setinggi tahun lalu.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menuturkan, pertumbuhan ekspor tahun ini tidak akan setinggi tahun lalu. Sepanjang tahun lalu ekspor diperkirakan dapat mencapai US$ 205 miliar, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah yakni sebesar US$ 200 miliar.
¨Eksport tahun ini diperkirakan mencapai US$205 miliar, kalau kita bisa menjaga ekspor pada level seperti itu, itu sudah cukup baik, tetapi kita akan genjot ekspor tahun ini diatas itu,¨"ujar Gita di Jakarta, hari ini.
Gita menuturkan, pemerintah juga akan menjaga import agar tidak membanjiri Indonesia dengan terjadinya krisis global. Pada tahun lalu, menurut Gita surplus perdagangan mencapai US$ 30 miliar. Namun, apakah tahun ini akan surplus atau tidak, menurut dia, hal tersebut sangat dipengaruhi harga komoditas.
¨Kalau harga komoditas seperti Crude Palm Oil turun dan harga minyak dunia naik, ini akan mempengaruhi posisi surplus kita," tambah dia.
Gita menambahkan, guna mengatisipasi melemahnya ekspor, pihaknya tengah mencari negara tujuan baru ekspor. Negara yang dinilai memiliki potensi sebagai wilayah eksport yakni wilayah Afrika dan Amerika Selatan.
Selain itu, menurut Gita, negara yang juga memiliki potensi untuk menjadi wilayah eksport yakni negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur.
¨Kita akan coba ekspor diluar wilayah eksport kita selama ini, seperti wilayah Afrika, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Eropa Timur. Kita punya produk jasa yang sangat bisa ditawarkan yang tidak dimiliki oleh negara lain," tambah Gita.
Meksipun kondisi perekonomian Indonesia dinilai sangat cukup baik dan tahan untuk menghadapi badai ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, namun ekspor tahun ini diperkirakan tak akan tumbuh setinggi tahun lalu.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menuturkan, pertumbuhan ekspor tahun ini tidak akan setinggi tahun lalu. Sepanjang tahun lalu ekspor diperkirakan dapat mencapai US$ 205 miliar, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah yakni sebesar US$ 200 miliar.
¨Eksport tahun ini diperkirakan mencapai US$205 miliar, kalau kita bisa menjaga ekspor pada level seperti itu, itu sudah cukup baik, tetapi kita akan genjot ekspor tahun ini diatas itu,¨"ujar Gita di Jakarta, hari ini.
Gita menuturkan, pemerintah juga akan menjaga import agar tidak membanjiri Indonesia dengan terjadinya krisis global. Pada tahun lalu, menurut Gita surplus perdagangan mencapai US$ 30 miliar. Namun, apakah tahun ini akan surplus atau tidak, menurut dia, hal tersebut sangat dipengaruhi harga komoditas.
¨Kalau harga komoditas seperti Crude Palm Oil turun dan harga minyak dunia naik, ini akan mempengaruhi posisi surplus kita," tambah dia.
Gita menambahkan, guna mengatisipasi melemahnya ekspor, pihaknya tengah mencari negara tujuan baru ekspor. Negara yang dinilai memiliki potensi sebagai wilayah eksport yakni wilayah Afrika dan Amerika Selatan.
Selain itu, menurut Gita, negara yang juga memiliki potensi untuk menjadi wilayah eksport yakni negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur.
¨Kita akan coba ekspor diluar wilayah eksport kita selama ini, seperti wilayah Afrika, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Eropa Timur. Kita punya produk jasa yang sangat bisa ditawarkan yang tidak dimiliki oleh negara lain," tambah Gita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




