ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Ditutup Flat setelah Keputusan The Fed

Kamis, 19 Juni 2025 | 07:09 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat. (AP)

New York, Beritasatu.com - Indeks S&P 500 ditutup mendatar setelah Ketua The Federal Reserve Jerome Powell mengatakan inflasi harga barang diperkirakan akan naik selama musim panas akibat tarif Presiden Donald Trump.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan inflasi masih akan terjadi karena tarif impor yang direncanakan oleh pemerintahan Trump. Dia pun ingin menunggu beberapa bulan sebelum membuat keputusan guna mendapatkan gambaran tentang apa yang sebenarnya akan menjadi dampak inflasi.

"Dia (Powell, red) menjelaskan dengan cukup jelas bahwa dia tidak akan mengubah kebijakan moneter sampai mereka yakin dengan dampak tarif terhadap inflasi," kata Kepala Ekonom Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (19/6/2025).

ADVERTISEMENT

"Anda memiliki kombinasi kenaikan imbal hasil, dan fakta bahwa perlu waktu untuk melihat dampak tarif pada inflasi," tambahnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 44,14 poin atau 0,10% menjadi 42.171,66, indeks S&P 500 (SPX) turun 1,85 poin atau 0,03% menjadi 5.980,87. Sementara Nasdaq Composite (IXIC) naik 25,18 poin atau 0,13% ke 19.546,27.

Sektor energi (SPNY) memimpin penurunan di antara sektor-sektor S&P 500. Sementara sektor teknologi informasi (SPLRCT), naik paling tinggi. Ada 102 saham dengan harga tertinggi baru dan 55 saham dengan harga terendah baru di NYSE.

Pada indeks Nasdaq, 2.613 saham naik dan 1.882 saham turun. Volume perdagangan di bursa saham AS hanya 16,48 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 17,99 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

EKONOMI
Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

EKONOMI
The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

EKONOMI
Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

EKONOMI
Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon