Mendag Ungkap Penyebab Surplus Perdagangan April 2025 Anjlok
Jumat, 27 Juni 2025 | 12:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan penyebab di balik merosotnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025, yang tercatat sebagai yang terendah sejak tahun 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus perdagangan pada bulan tersebut hanya mencapai US$ 160 juta.
Menurut Budi, penurunan surplus ini disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah masa libur panjang yang terjadi pada awal April.
"April itu sempat turun dibanding Maret. Itu kenapa? Karena awal April itu kan masih libur. Liburnya panjang, jadi ekspornya tertunda. Banyak perusahaan juga libur," ujar Budi saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (26/6/2025).
Selain itu, Budi juga menyebut kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump turut memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia.
"Yang kedua, saat itu lagi ramainya tarif Trump. Jadi itu banyak yang menunda karena meminta kepastian," imbuhnya.
Meskipun surplus pada April tertekan, Budi menegaskan bahwa secara kumulatif dari Januari hingga April 2025, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif.
"Belum ada pengaruh dari situasi perang dan sebagainya. Ekspor kita tetap naik. Ini kalau Januari-April, kita naik 6,65%," tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, surplus pada April disumbang oleh neraca nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar US$ 1,51 miliar.
Komoditas utama yang berkontribusi terhadap surplus tersebut antara lain bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja.
Namun, neraca migas masih mengalami defisit sebesar US$ 1,35 miliar, yang dipicu oleh tingginya impor hasil minyak dan minyak mentah.
“Neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$ 160 juta. Dengan demikian, Indonesia telah mencetak surplus perdagangan selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Kantor BPS, Senin (2/6/2025).
Secara rinci, nilai ekspor Indonesia pada April 2025 tercatat mencapai US$ 20,74 miliar, tumbuh 5,76% secara tahunan (year on year). Sementara itu, nilai impor melonjak 21,84% dibandingkan April 2024, mencapai US$ 20,59 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




