Indonesia Pakai Nuklir untuk Jaga Ketahanan Pangan
Minggu, 29 Juni 2025 | 11:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong implementasi tenaga nuklir sebagai salah satu metode untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN Syaiful Bakhri mengatakan, teknologi nuklir memainkan peran vital dalam ketahanan pangan. Dengan teknologi ini, bisa memperpanjang masa simpan, menjaga kandungan gizi, dan memastikan keamanan dari mikroba serta hama.
"Pemanfaatan teknologi, termasuk teknologi nuklir, bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung dalam memastikan pangan Indonesia tidak hanya cukup secara kuantitas, tetapi juga unggul dari sisi kualitas," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/6/2025).
Syaiful menjelaskan, penggunaan nuklir dalam ketahan pangan sangat efektif untuk mengatasi permasalahan hilangnya pasokan pangan sebelum sampai ke konsumen, atau disebut dengan istilah food loss.
Menurutnya, Indonesia juga memiliki fasilitas dan kompetensi yang cukup memadai untung mengembangkan nuklir tersebut. Saat ini, pengembangan tersebut dilakukan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) G.A. Siwabessy di Jakarta.
Berikut tujuh pusat riset nuklir di Indonesia
Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi (PRTPR)
Pusat Riset Teknologi Akselerator (PRTA)
Pusat Riset Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRBNLR)
Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir (PRTABN)
Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN)
Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri (PRTRRB)
Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir (PRTKMMN).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




