ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Buka Opsi Nuklir Level Senjata jika Wilayahnya Kembali Diserang

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:45 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Iran mengancam akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 90% atau level senata  jika kembali diserang militer, di tengah rapuhnya gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Iran mengancam akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 90% atau level senata jika kembali diserang militer, di tengah rapuhnya gencatan senjata dengan Amerika Serikat. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka siap meningkatkan pengayaan uranium hingga ke level senjata (90 persen) jika wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan militer. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (12/05/2026).

"Salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lagi adalah pengayaan (uranium) hingga 90 persen. Kami akan meninjau hal ini di parlemen," tegas Rezaei. 

Ancaman ini muncul di tengah situasi diplomatik yang sangat rapuh antara Teheran dan Washington pascakonflik bersenjata yang pecah pada Februari lalu. Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari perang singkat selama 12 hari pada Juni tahun lalu. 

Saat itu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa fasilitas nuklir Iran telah "hancur total" akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Namun, laporan intelijen AS menunjukkan bahwa program nuklir Teheran tidak akan benar-benar terhambat kecuali cadangan uranium yang diperkaya tinggi (HEU) sebesar 400 kg disingkirkan atau dihancurkan.

ADVERTISEMENT

Isu nuklir ini menjadi poin utama yang menghambat perundingan damai. Teheran bersikeras agar topik nuklir dibahas di tahap akhir, sementara Washington menuntut Iran untuk segera memindahkan stok uraniumnya ke luar negeri dan melepaskan hak pengayaan domestik. Presiden Trump sendiri menyatakan pada hari Senin bahwa gencatan senjata yang ada saat ini berada dalam kondisi "kritis" setelah ia menolak proposal terbaru dari Iran.

"Gencatan senjata ini sedang berada dalam masa-masa sulit (life support)," ujar Trump, menekankan betapa rapuhnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut. 

Ketidakpastian ini semakin diperparah dengan tuduhan dari Kuwait yang menyebut Iran mengirim tim paramiliter Garda Revolusi untuk menyerang proyek pelabuhan yang didanai China di wilayah mereka. Di sisi lain, kerja sama militer antara Israel dan sekutu Arabnya justru semakin erat. 

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengungkapkan bahwa Israel telah mengirimkan baterai pertahanan udara Iron Dome beserta personelnya ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk menghadapi serangan Iran. "Uni Emirat Arab adalah anggota pertama Abraham Accords, dan lihatlah manfaat yang mereka dapatkan. Israel mengirimkan baterai Iron Dome untuk membantu mereka," ungkap Huckabee dalam sebuah konferensi di Universitas Tel Aviv.

UEA diketahui menjadi target serangan rudal dan drone paling intens dari Iran selama perang berlangsung, meskipun kedua negara berada dalam koridor gencatan senjata. Hubungan luar biasa antara UEA dan Israel ini menjadi benteng baru di Timur Tengah yang sangat ditentang oleh Teheran, namun dipandang sebagai stabilitas baru oleh blok Barat.

Situasi di Timur Tengah kini berada di titik nadir, di mana satu kesalahan langkah dapat memicu perang terbuka kembali. Dengan rencana pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing dalam waktu dekat, isu serangan Iran terhadap proyek China di Kuwait serta ancaman nuklir 90 persen ini diprediksi akan menjadi agenda utama yang menentukan arah perdamaian global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mojtaba Khamenei Bersumpah Lindungi Nuklir dan Rudal Iran dari AS

Mojtaba Khamenei Bersumpah Lindungi Nuklir dan Rudal Iran dari AS

INTERNASIONAL
AS dan Iran Saling Sindir dan Berdebat Tajam di Forum PBB

AS dan Iran Saling Sindir dan Berdebat Tajam di Forum PBB

INTERNASIONAL
Pengamat Singgung Soal Framing AS-Israel di Balik Isu Nuklir Iran

Pengamat Singgung Soal Framing AS-Israel di Balik Isu Nuklir Iran

INTERNASIONAL
Fakta Pengayaan Uranium Iran, Seberapa Dekat ke Bom Nuklir?

Fakta Pengayaan Uranium Iran, Seberapa Dekat ke Bom Nuklir?

INTERNASIONAL
Mengenal JCPOA, Deal Nuklir Iran yang Ditinggalkan Trump

Mengenal JCPOA, Deal Nuklir Iran yang Ditinggalkan Trump

INTERNASIONAL
Nuklir Iran vs Israel: Benarkah Ada Standar Ganda?

Nuklir Iran vs Israel: Benarkah Ada Standar Ganda?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon