Pernah Makan Beras Campur Pisang, Mentan Kesal Harga Dimainkan
Jumat, 18 Juli 2025 | 21:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, masalah beras oplosan ini tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tapi juga petani kadang dirugikan.
Menurutnya, beras merupakan sektor vital yang disubsidi pemerintah. Oleh karena itu, semua beras harus dijaga bersama agar tidak memberatkan rakyat kecil.
"Kalau beras bermasalah, negara ini bermasalah," ungkap Amran seperti dilansir dari Youtube Beritasatu.com, Jumat (18/7/2025).
Selain beras premium, beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) juga menjadi sasaran oplos. "Jadi kalau dia mendapatkan katakanlah 10 ton, 2 ton sesuai, 8 ton dioplos menjadi medium atau premium," katanya.
"Dia beli Rp 11.000 lalu dijual Rp 17.000 sudah dapat Rp 6.000 per kilogram. Katakanlah dia hanya ambil untung Rp 2.000, kalau 1 juta (ton dioplos, red) itu sudah Rp 2 triliun kerugian negara. Itu satu tahun," jelas dia.
Karenanya, dia pun meminta konglomerat tidak mengacaukan sektor pangan. Menurutnya, para pengusaha itu bisa masuk dalam sektor perkebunan besar, dan peternakan. "Nanti kami siapkan administrasinya, jangan ganggu rakyat kecil," ungkap Amran.
"Kalau menengah, naik Rp 2.000-Rp 3.000 itu mungkin tidak masalah, tapi yang berada di garis kemiskinan?" tuturnya.
Menurut Amran, pengalamannya selama 36 tahun di bawah garis kemiskinan membuatnya sulit untuk membeli beras 1-2 kg. Oleh karena itu, dia memahami jika harga pangan mengalami kenaikan meskipun hanya sedikit. "Saya pernah makan beras dicampur potongan pisang mentah, karena tidak mampu beli beras," tukas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




