Ini Alasan Kementerian ESDM Sulit Hilangkan Energi Fosil
Rabu, 23 Juli 2025 | 19:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah berkomitmen untuk menyediakan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun, tidak bisa dipungkiri transisi dari energi konvensional pada energi bersih tidaklah mudah.
Staf Khusus Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM, Muhammad Pradana Indraputra, mengatakan saat ini mayoritas kendaraan masih menggunakan energi konvensional atau energi fosil.
“Kenyataannya energi fosil masih dibutuhkan. Tapi bukan berarti kita mau fokus ke (energi) fosil,” tuturnya pada konferensi pers Energi dan Mineral Festival, dengan tema Swasembada Energi: Masa Depan Indonesia, di Sarinah Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga: 3 Faktor Ini Jadi Penentu Kebijakan Energi Pemerintah
Menurutnya, dalam RUPTL, perencanaan program 10 tahunan PLN yang disahkan oleh pemerintah lewat kementerian ESDM, ditargetkan 71% pembangkit PLN akan memakai energi terbarukan, baik surya, angin maupun geothermal.
“Kenyataan tidak semudah itu, pemerintah punya tugas untuk menyediakan energi. Nah, menyediakannya dari mana?” katanya.
Dia melanjutkan, kondisi Indonesia sudah tidak jaya lagi yang mampu menghasilkan energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Dulu kita nett eksporter, kini nett importer dari 1,6 juta bph cuma 600. 000 bph. Dulu kita melimpah, kita jual ke luar negeri, sekarang tidak demikian,” jelas dia.
Dana melanjutkan, impor energi ini memang membuat neraca perdagangan Indonesia berkurang. “Jadi kita harus fokus swasembada energi dahulu. Dari kita, untuk kita. Kita harus mampu menyediakan energi dari dalam negeri, untuk digunakan dalam negeri,” tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




