Indef Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi dalam RAPBN 2026 Terlalu Tinggi
Sabtu, 26 Juli 2025 | 09:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang ditetapkan pemerintah terlalu optimistis dibanding proyeksi lembaga-lembaga internasional.
Diketahui, target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2026 ditetapkan sebesar 5,2%-5,8%.
“Memang ada semangat optimisme dari gagasan ekonomi kita pada 2026 di mana pertumbuhan ekonomi itu sebesar 5,2% sampai 5,8%,” ujar Tauhid Ahmad dalam program Investor Daily Talk, Jumat (25/7/2025).
Namun, ia menilai angka tersebut cenderung terlalu tinggi apabila dibandingkan dengan proyeksi yang lebih konservatif dari lembaga-lembaga kredibel dunia.
“Angka ini sangat optimistis dari apa yang diprediksi oleh banyak lembaga. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena beberapa lembaga memang pada 2026 dengan situasi ketidakpastian dan beberapa hal, pertumbuhan ekonomi masih di sekitar kurang dari 5%, bahkan IMF 4,7%, World Bank 4,8%. Artinya memang jauh lebih rendah,” ujar Tauhid.
Ia juga merujuk pada proyeksi Bank Indonesia yang dianggap masih berada dalam batas realistis sekitar 4,7% sampai 5,5%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




